POLEMIK PAPUA

Ratusan mahasiswa Papua pulang, Lukas Enembe kebingungan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) didamping Wakil Gubernur Emil Dardak (kanan) berbincang dengan Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua kiri) saat kunjungan yang didampingi isterinya, Yulce W Enembe, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/8/2019).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) didamping Wakil Gubernur Emil Dardak (kanan) berbincang dengan Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua kiri) saat kunjungan yang didampingi isterinya, Yulce W Enembe, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/8/2019). | Moch Asim /Antara Foto

Gubernur Papua Lukas Enembe kebingungan melihat ratusan mahasiswa asal daerahnya meninggalkan kampus masing-masing di luar Papua. Uniknya, dulu Lukas sempat mengancam akan menarik pulang para mahasiswa asal Papua jika tak ada keselamatan.

Lukas mengatakan dari informasi yang diterimanya ada lebih dari 300 orang mahasiswa Papua yang pulang ke Bumi Cenderawasih. Dua ratus orang di antaranya berasal dari kampus di Manado, Sulawesi Utara. Sisanya dari sejumlah kampus di pulau Jawa.

Akibatnya Lukas pun kebingungan mengaturnya. Untuk itu Lukas, yang belum berkomunikasi dengan para mahasiswa itu, akan berbicara dengan koleganya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

"Kami akan membicarakan kepulangan mahasiswa tersebut bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan walikota/bupati se-Papua," ujarnya dalam lansiran Antara (h/t Liputan6.com), Senin (9/9/2019).

Pernyataan Lukas ini berbeda dengan komentarnya pada Agustus lalu ketika muncul insiden dugaan rasisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Ketika itu Luka mengancam akan menarik seluruh mahasiswa Papua di luar wilayahnya.

"Di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kalau masih ada rasialisme begitu, saya akan tarik semua mahasiswa," tutur Lukas ketika itu di Jayapura, Selasa (20/8), seperti dilansir Pos Papua.

Namun kemarin, Lukas menjelaskan bahwa ancamannya pada waktu itu bergantung pada situasi yang sedang terjadi. Sebaliknya, situasi saat ini sudah cukup normal.

"Saya sampaikan waktu itu kalau di NKRI tidak aman akan dipulangkan, tapi daerahnya aman, jadi tidak usah pulang," katanya Senin (9/9).

Jumlah berbeda-beda

Di sisi lain, jumlah mahasiswa Papua yang pulang kampung disebut lebih banyak oleh Kapolda Papua Rudolf Alberth Rodja --700 orang. Rudolf menduga kepulangan mereka atas alasan keamanan menyusul insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan memicu unjuk rasa di seluruh Indonesia serta kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Sementara data lebih banyak lagi disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, Keamanan Wiranto. Ia bahkan menyebut kepulangan ratusan mahasiswa itu akibat provokasi.

"Jumlahnya yang dilaporkan sekitar 835 orang. Ini akibat ada provokasi dan informasi yang tidak benar," kata Wiranto dalam kutipan CNN Indonesia.

Rudolf menegaskan jika keselamatan diri menjadi alasan kepulangan para mahasiswa itu, seharusnya tidak terjadi. Pasalnya, kata Rudolf, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk memberi keamanan kepada para mahasiswa Papua di seluruh Indonesia.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menyatakan pemerintah provinsi (pemprov) tidak pernah menginstruksikan mahasiswa yang berkuliah di luar Papua untuk pulang ke Bumi Cenderawasih.

Ketua DPRP Yunus Wonda menyayangkan jika mahasiswa yang sudah dibiayai oleh pemprov setempat untuk berkuliah di luar Papua pulang tanpa menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR