ASIAN GAMES 2018

Rekayasa lalu lintas dan sistem keamanan acara pembukaan

Tokoh agama Muhammad Thamrin (tengah) membawa obor saat prosesi Torch Relay Asian Games 2018 melintas di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018).
Tokoh agama Muhammad Thamrin (tengah) membawa obor saat prosesi Torch Relay Asian Games 2018 melintas di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018). | Aprillio Akbar /Antara Foto

Pembukaan Asian Games 2018 kian dekat. Persiapan perhelatan yang akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (18/8) itu diklaim telah mencapai 99 persen.

Guna mendukung kelancaran acara, pemerintah telah mematangkan sejumlah persiapan, salah satunya adalah rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup dan pengalihan. Nantinya akan ada beberapa rute jalanan yang masuk dalam rekayasa yang dirancang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah, seperti dikutip Antaranews.com, beberapa daerah yang akan dibuka-tutup meliputi; ruas Jalan Gebang Pemuda sisi selatan (mulai dari jalan layang Senayan) dan putaran balik di bawah jalan layang Senayan (barat-barat). Kemudian, Jl Asia Afrika sisi timur (mulai dari lampu lalu lintas Hotel Mulia-lampu lalu lintas Hotel Fairmont) dan Jl Pintu I Senayan.

"Pada saat opening ceremony mulai jam 14.00 WIB itu ditutup. Termasuk akses jalan di FX Sudirman pintu 1 itu ditutup semua. Dari 14.00 WIB sampai dengan selesai acara pembukaan. Acara pembukaan diperkirakan malam hari (pukul) 19.05 WIB," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, di Mapolda Metro Jaya, seperti dikutip Kompas.com (14/8).

Petugas juga akan mengalihkan arus lalu lintas kendaraan dari arah Semanggi yang menuju TVRI melalui ruas Jl Gatot Subroto-Jl Tentara Pelajar-Jl Gelora-dan seterusnya.

Akan ada juga sistem buka-tutup yang akan diberlakukan di tujuh pintu tol, yakni Angke 2, Slipi 2, Tanjung Duren dan TMII pada pukul 06.00-17.00 WIB. Lalu Angke 1, Slipi 1 dan TMII 2 yang akan ditutup pada pukul 12.00-21.00 WIB.

Jumlah kendaraan Golongan III (truk dengan tiga gandar), IV (truk dengan empat gandar), dan V (truk dengan lima gandar) yang melintas di jalan tol juga akan dibatasi selama pagelaran pembukaan Asian Games XVIII.

Untuk itu, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas. Sedangkan bagi yang ingin menyaksikan pembukaan Asian Games 2018, diimbau agar menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

Apalagi hanya kendaraan tamu VVIP saja yang boleh masuk hingga ke dalam gerbang GBK nantinya.

Rekayasa lalu lintas kirab obor

Rekayasa lalu lintas ini sebenarnya telah dilakukan tiga hari sebelum acara malam pembukaan Asian Games 2018. Lebih tepatnya dalam rangka menyukseskan kirab obor (torch relay) yang dilakukan di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu sejak Rabu (15/8).

Pada hari pertama, rute yang dilewati oleh rombongan pawai dimulai dari Lippo Kramat Jati - TMll - Ragunan - Balai Kota DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2018 dimulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Untuk wilayah Jakarta Selatan, penutupannya dimulai dari Jl. Raya Ragunan, Jl. Cilandak KKO - Jl. Rm. Harsono, dan Jl. Ampera Raya.

Lalu pada Kamis (16/8), rombongan akan melewati Balai Kota DKI Jakarta - Masjid Akbar Kemayoran - Monas Barat Daya - Kantor Kelurahan Tanah Sereal - RPTRA Kalijodo - WKJU - GOR Sunter mulai 07.30 WIB.

Selanjutnya, pada Hari Kemerdekaan, Jumat (17/8), rombongan akan memulai pawai lebih pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Dimulai dari GOR Sunter - Mall ABC Ancol - Pulau Untung Jawa - Monas Barat Daya.

Baru pada pagi sebelum acara pembukaan Asian Games dilaksanakan, obor akan diarak dari Monas menuju GBK mulai pukul 06.30 WIB.

Selain pada kirab obor, rekayasa lalu lintas pun akan dilaksanakan saat membawa rombongan atlet dari Wisma Atlet di Kemayoran, pada Sabtu siang hingga menuju GBK dengan menggunakan bus.

Sistem keamanan saat pembukaan Asian Games 2018

Tak hanya rekayasa lalu lintas, untuk melancarkan jalannya seremoni, Polri akan menerjunkan sebanyak 8 ribu personel gabungan dengan TNI. Ada juga sejumlah personel cadangan yang disiapkan untuk peristiwa tak terduga.

“Kemudian semua wilayah juga saya perintahkan untuk mengamankan wilayah masing-masing seluruh Indonesia termasuk di Polda di Polres-Polres lain yang ada di Jakarta. Kami juga sudah buat sistem ring dan sudah berkoordinasi dengan Inasgoc,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, seperti dilansir Poskotanews, Rabu (15/8).

Inasgoc adalah panitia penyelenggara perhelatan olahraga terbesar di Asia tersebut.

Untuk dapat terus memantau jalannya acara di GBK, Polri pun telah menyiapkan 600 CCTV. Ada pula 400 CCTV lainnya yang disebar di seluruh lokasi di Jakarta dan akan terus dipantau dari Polda Metro Jaya.

Pihak panitia pun akan melakukan seleksi kepada para tamu yang akan memasuki arena upcara. Tamu yang datang diperkirakan akan mencapai 20 ribu hingga 30 ribu orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR