KEUANGAN DAERAH

Rencana Pemprov DKI untuk menjual saham bir dan Bank DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan tentang reklamasi Teluk Jakarta di Balai Kota Jakarta (8/11/2018).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan tentang reklamasi Teluk Jakarta di Balai Kota Jakarta (8/11/2018). | Dadang Kusuma /Antara Foto

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melontarkan wacana menjual saham PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta dan PT Delta Djakarta Tbk ke investor pasar modal tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Bank DKI akan didorong untuk menawarkan saham perdana atau (initial public offering/IPO). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu diharapkan bisa memfasilitasi pendanaan proyek prioritas bagi warga ibu kota.

Nantinya, dana yang diperoleh lewat penawaran saham perdana tersebut juga bisa digunakan untuk memperkuat sisi permodalan perseroan.

"Kita berkeinginan agar proses IPO ini bisa cepat. Karena kita tahu begitu banyak kegiatan pendanaan di Jakarta selama ini justru menggunakan bank-bank lain," kata Anies dilansir dari Liputan6.com, Kamis (3/1/2019).

Kendati demikian, Anies menyerahkan soal kesiapan waktu IPO kepada manajemen Bank DKI. Ia menyebut, masih ada beberapa pokok pembahasan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengimplementasikan rencana IPO tersebut.

Sementara menurut Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo, manajemen telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas untuk menyiapkan proses go public Bank DKI.

Ketiga perusahaan sekuritas itu akan bertindak sebagai penjamin utama emisi atau joint lead underwriter (JLU). Ketiga perusahaan sekuritas itu adalah PT Mandiri Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Waktu pelaksanaan IPO, sambung Sigit, akan merujuk saran dari para JLU, tentunya dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar. Pun demikian halnya dengan jumlah saham yang bakal dilepas kepada publik.

"Kami menunggu perkembangan pasar terkait election (Pemilhan Umum dan Pemilihan Presiden). Sekiranya nanti kondisi bagus dan tak terpengaruh, tentu kami akan segera melakukan proses itu (IPO)," kata Sigit dalam CNNIndonesia.com.

Bank DKI merupakan Bank Umum dan BUMD yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI (99,98 persen) dan PD Pasar Jaya (0,02 persen). Pada masa awal pemerintahannya, Anies mengganti posisi Direktur Utama Bank DKI yang saat itu dijabat oleh Kresno Sediarsi dengan Wahyu Widodo.

Sebetulnya, rencana IPO Bank DKI sudah mencuat sejak pemerintahan DKI dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ketika itu, Ahok menargetkan Bank DKI bisa melantai di bursa pada 2017-2018. Namun, hingga tahun ini, rencana tersebut belum terwujud.

Jual saham bir

Pemprov DKI juga tercatat masih memiliki porsi saham di perusahaan PT Delta Djakarta Tbk. Namun status kepemilikan tersebut kemungkinan akan hilang jika Anies benar-benar memenuhi janji kampanyenya sebelum menjadi gubernur.

Saat masa kampanye dua tahun lalu, Anies dan Sandiaga Uno, berjanji agar Pemprov DKI melepas saham perusahaan produsen bir tersebut, jika mereka tersebut terpilih menjadi pemimpin Jakarta.

Namun hingga tahun ini, rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Anies mengaku masih menyiapkan kajian pelepasan saham Delta. Ia menargetkan kajian tersebut akan selesai pada Maret 2019.

"Prosesnya masih kajian, mudah-mudahan Maret sudah selesai," kata Anies.

Saat ini Pemprov DKI mengenggam 23,33 persen saham Delta Djakarta. Sedangkan, mayoritas saham atau sebesar 58,33 persen dimiliki oleh San Miguel Malaysia Pte. Sisanya, sebesar 18,32 persen dimiliki oleh publik.

Kinerja keuangan Delta mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu. Pada kuartal III 2018, penjualan Delta mencapai Rp627,78 miliar naik 15 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp545,72 miliar.

Sementara dari laba bersih, perseroan meraup uang sebesar Rp232,87 miliar, naik 23 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp189,91 miliar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR