MENJELANG PILPRES 2019

Respons positif pasar dinilai hanya sementara

Kolase foto pasangan Capres- Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pelaku pasar merespons positif atas majunya mereka dalam Pilpres 2019. Tapi mereka masih menunggu apa yang akan ditawarkan dalam kampanye nanti.
Kolase foto pasangan Capres- Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pelaku pasar merespons positif atas majunya mereka dalam Pilpres 2019. Tapi mereka masih menunggu apa yang akan ditawarkan dalam kampanye nanti. | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Pasar merespons positif atas deklarasi dan pendaftaran dua pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres). Dua pasangan capres-cawaores yang Jumat kemarin mendaftar adalah Joko 'Jokowi' Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Jumat (10/8/2018) kemarin, Indeks Harga Saham Gubungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/8/2018) kemarin. Pada perdagangan kemarin, IHSG sempat naik menyentuh titik tertinggi 6.107,7. Lalu ditutup dengan posisi naik sebesar 11,92 poin atau setara 0.2 persen ke posisi 6.077,17.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap US dolar kemarin juga menguat enam poin dari Rp14.432 menjadi Rp14.426.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani merespons positif sosok Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden bagi Joko 'Jokowi' Widodo.

Menurutnya keberadaan Ma'ruf di samping Jokowi membuat dunia usaha lega, karena bisa meredam gejolak politik akibat intoleransi dan politik identitas yang kerap diarahkan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

"Jadi mudah-mudahan tidak ada lagi intoleransi dan konflik politik identitas seperti yang terjadi selama ini,"kata Hariyadi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8/2018).

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menurut Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, keberadaan mereka cukup melengkapi Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sudah segaris dengan kebutuhan, Jokowi sudah membenahi ekonomi, Prabowo kalau sesuai janji langsung menusuk ke jantung masalah ekonomi," katanya.

Selain itu kata Ade, kehadiran pasangan Prabowo- Sandi juga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, biasanya yang jadi ukuran respons pasar adalah nilai tukar rupiah dan IHSG. Namun respons ini sifatnya tidak permanen, tapi temporer.

Menurut Enny ada tiga yang jadi patokan investor dalam jangka panjang. Yakni, kelancaran penyelenggaraan Pemilu, stabilitas politik, dan konsistensi kebijakan.

“Jadi kalau tiga hal itu tak berisiko secara kalkulasi pelaku pasar, ya mereka tak akan merespons negatif,” ujarnya seperti dikutip dari Antaranews.com.

Ekonom INDEF lainnya, Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pelaku pasar berharap pasangan Capres-Cawapres bisa menyelesaikan masalah ekonomi jangka panjang sehingga situasi lebih kondusif.

Kemampuan ini tentu belum bisa dilihat dengan sekadar merujuk latar belakang pasangan calon. Pelaku pasar tentu menunggu program pasangan calon bagaimana memberi kepastian berbisnis bagi para pelaku usaha.

"Karenanya, pelaku usaha tentu masih wait and see sampai program kampanye kandidat Capres-Cawapres clear dan detail," kata Bhima kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8/2018).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dua pasangan Capres-Cawapres 2019 ini membuat posisi wait and see investor berkurang. "Mestinya sih baik-baik saja, karena kan pasangannya enggak ada yang membuat khawatir. Harusnya dampaknya bagus," ujar Darmin, Jumat (10/8/2018) seperti dikutip dari Kontan.co.id.

Dia menyebut, pemerintah bakal lanjutkan rencana yang telah dirumuskan untuk mendorong perekonomian selain pembangunan infrastruktur.

Di antaranya adalah untuk menjaga stabilisasi dari gonjang-ganjing ekonomi global dengan mendorong ekspor dan mengurangi impor. "Saya kira orang percaya saja, tidak ada yang aneh kan. Kalau ada yang aneh, orang mulai ambil langkah yang tidak positif," lanjutnya.

BACA JUGA