PEMILU 2019

Reza Rahadian dan Saykoji edukasi masyarakat soal Pemilu

Aktor Reza Rahadian saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta (28/10/2016) .
Aktor Reza Rahadian saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta (28/10/2016) . | Indra Rosalia /Beritagar.id

Pada saat hampir bersamaan, dua tokoh dari dunia hiburan mengedukasi masyarakat soal Pemilu 2019. Aktor Reza Rahadian mengajak kaum muda menggunakan hak pilih, sementara musisi Saykoji merilis video musik edukasi Pemilu.

Reza ingin kaum milenial menentukan pilihan, tidak menjadi golongan putih alias golput. Menurut pemeran B.J. Habibie dalam film Habibie dan Ainun (2012) ini, suara anak muda cukup tinggi pengaruhnya bagi kelangsungan negara.

"Nah, ketika mereka diam atau tidak punya andil dalam memilih pemimpin bangsa, itu tidak akan punya pengaruh apapun dalam hidup mereka," ujar Reza melalui keterangan media yang diterima Tempo.co, Selasa (19/2/2019).

"Bisa jadi mereka terbawa arus kepemimpinan yang bahkan mereka tak ingin dan malah menyebabkan mimpi mereka pun ikut berubah."

Reza memberi saran bagi para pemilih muda untuk menetapkan pilihannya. Dari mengenali calon, tim sukses, memperbarui informasi soal Pilpres dan kandidat, serta mengikuti setiap agenda debat kandidat.

Angka golput diperkirakan bertambah pada Pemilu 2019. Tren golput memang meningkat setiap pesta demokrasi digelar.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu tercatat sebanyak 190.291.110 juta orang. Lalu, mereka yang tidak memilih mencapai 56.732.857 suara atau 29,8 persen. Padahal, pada 2014 angka golput masih pada kisaran 27,7 persen.

Sementara, kaum muda merupakan kelompok pemilih mayoritas di negeri ini. Berdasarkan riset KedaiKOPI, kelompok milenial (22-36 tahun) merupakan pemilih terbesar pada Pemilu 2019, mencapai 37,7 persen.

Adapun pemilih pemula (17-21 tahun) sebanyak 12,7 persen. Artinya, gabungan dua kelompok pemilih muda ini mencapai 50,4 persen; lebih dari setengah pemilih di Indonesia.

Ajaran demokrasi untuk anak

Bila Reza mengajak dengan kata-kata, Saykoji memilih menelurkan karya. Jika Reza memilih untuk mengedukasi pemilih muda, Saykoji mengajarkan soal Pemilu dan demokrasi kepada anak kecil yang saat ini belum jadi pemilih.

Penyanyi rap berusia 35 ini menggambarkannya melalui video musik berwujud animasi yang dirilis pada Senin (18/2).

Dalam video berjudul "It’s a Dad Thing 2" itu, Saykoji menggambarkan kisah seorang ayah yang menjelaskan Pemilu dan negara demokrasi pada anaknya yang masih berusia 12. Lima tahun lagi, anak itu akan berusia 17 dan menjadi pemilih pemula.

Lagu "It’s a Dad Thing 2" dinyanyikan Saykoji bersama anaknya, Aaron Penjami, yang tahun ini tepat berusia 12. Dalam video, si anak bertanya apa itu Pemilu. Sang ayah lantas menjelaskan sistem negara demokrasi dan menjelaskan tujuan pemilu bagi sistem tersebut.

Saat artikel ini ditulis, Selasa (19/2), video berdurasi dua menit 27 detik ini sudah dilihat lebih 100 ribu kali.

"100K views in one day, not much kalau diukur menurut standar kejar viral, but this is educational," tulis pemilik nama lengkap Ignatius Rosoinaya Penjami ini melalui jejaring sosial Instagram (19/2).

Ia tak memasang iklan pada video tersebut karena tujuannya untuk mengedukasi.

"Gue sangat bersyukur ada seratus ribu kali karya rap dan animasi yang jauh dari pakem ini, sudah ditonton. Gak ada adsense-nya karena purpose gue di kanal YouTube personal gue is to give, not to take. Thank you Indonesia,” tutup Saykoji disertai emoji bendera Merah Putih.

Animasi video ini dikerjakan Saykoji bersama Kostum Komik, seniman yang kerap membuat komik daring mengenai peristiwa politik terkini.

IT'S A DAD THING 2 /saykojigor
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR