Ribut duit Pam Swakarsa, Kivlan gugat Wiranto

Kivlan Zen usai diperiksa dalam kasus kepemilikan senjata ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).   Kivlan menggugat Wiranto ke pengadilan karena masalah duit Pam Swakarsa.
Kivlan Zen usai diperiksa dalam kasus kepemilikan senjata ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Kivlan menggugat Wiranto ke pengadilan karena masalah duit Pam Swakarsa. | Indrianto Eko Suwarso/wpa. /Antara Foto

Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Kivlan Zen mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Wiranto, mantan Menteri Panglima ABRI ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Gugatan itu didaftarkan ke pengadilan, Senin (5/8/2019) pekan lalu. Kivlan, menggugat Wiranto karena ada kewajiban pembayaran yang belum tuntas, terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (Pam) Swakarsa pada 1998.

"Ini gugatannya perbuatan melawan hukum karena ada masalah kewajiban dari Pak Wiranto kepada Pak Kivlan," ujar kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, kepada dihubungi Kompas.com, Senin (12/8/2019).

Tonin menceritakan, pada tahun 1998, Wiranto memerintahkan Kivlan membentuk Pam Swakarsa dengan total biaya Rp8 Miliar. Namun, menurut Kivlan, saat itu Wiranto hanya memberikan Rp400 juta. Akibatnya, Kivlan mengklaim harus menggunakan dana pribadi untuk menutupi kekurangan anggaran pembentukan Pam Swakarsa.

Pam Swakarsa pada 1998 adalah pasukan paramiliter bentukan militer untuk kepentingan menghalau mahasiswa yang menentang Sidang Istimiewa MPR. Padahal, menurut Kivlan, Presiden BJ Habibie telah menyetujui kucuran dana untuk membentuk Pam Swakarsa sebesar Rp10 miliar. Uang tersebut disebut berasal dari dana nonbudgeter Bulog.

Wiranto menyatakan akan melihat bagaimana gugatan ganti rugi ini akan bergulir. "Lihat saja," ujarnya, Senin (12/82019) saat ditemui di Istana Presiden, Jakarta. Menurutnya, tak masalah ada banyak pihak yang melayangkan gugatan soal ini kepadanya. "Kami profesional, kerja bener, kerja untuk negara," ujarnya.

Sidang atas gugatan ini dijadwalkan akan digelar pada, Kamis 15 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pam Swakarsa, FPI, dan naik surut hubungan politik

Pam Swakarsa adalah sebutan untuk kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh ABRI (TNI) untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung SI MPR tahun 1998. FPI (Front Pembela Islam) menjadi salah satu bagian kelompok yang ikut terlibat dalam Pam Swakarsa dan berperan dalam berbagai bentrokan yang terjadi di sekitar tahun 1998.

Riset Institut Studi Arus Informasi (ISAI) menduga militer berada di belakang pendirian FPI. Misalnya, Kapolda Metro Jaya tahun 1998-1999 Mayjen (Pol) Nugroho Djayoesman dan Pangdam Jaya (selanjutnya diangkat menjadi Pangkostrad) Mayjen TNI Djaja Suparman. Bahkan, pada akhir 2011 bocoran dari Wikileaks menyebutkan, FPI adalah attack dog, dari Polri.

Menurut kontak Amerika Serikat, Yahya Asagaf, kepala polisi itu menganggap FPI berguna sebagai 'attack dog' ('anjing penyerang')," "Yahya mengkategorisasikan FPI sebagai alat untuk menghindarkan aparat dari kritik pelanggaran hak asasi manusia," demikian isi kawat tersebut. "Mendanai FPI adalah 'tradisi' Polisi dan BIN." Namun Polri saat itu membantah bocoran kawat itu.

Dalam perjalanan politik, tokoh militer dan tokoh FPI ini tarik ulur. Pada Pilpres 2014, FPI melayangkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta. Selain itu, mereka dekat dengan Kivlan Zein. Saat ramai isu politik identitas dan klaim bela agama, Kivlan mengaku akan menjadi tameng hidup buat Rizieq Shihab, Imam Besar FPI

Pada 2017, Wiranto sempat dekat lagi dengan Rizieq Shibab. Namun belakangan jelang Pilpres 2019, Wiranto berpisah. "Habib Rizieq itu siapa?" ujarnya seperti dinukil dari wawancara Kompas.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR