PEMINDAHAN IBU KOTA

Ridwan Kamil pun ingin pindahkan ibu kota Jabar

Foto Ilustrasi. Suasana Alun-alun Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat, Jumat (19/4/2019).
Foto Ilustrasi. Suasana Alun-alun Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). | M Agung Rajasa /Antara Foto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ingin memindahkan ibu kota Jawa Barat (Jabar) dari Bandung dan telah disepakati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia mengusulkan tiga lokasi untuk ibu kota baru tersebut.

Alasan pemindahan ibu kota itu Jabar dari Bandung kata Ridwan Kamil, secara fisik Kota Bandung tidak cocok lagi untuk menjadi pusat pemerintahan.

"Sama seperti Jakarta sudah tidak cocok lagi melayani pusat pemerintahan karena kantor pemerintahannya kan cekclok-cekclok (terpisah-pisah), di mana-mana sehingga tidak produktif," ungkap lelaki yang akrab disapa Emil di Bandung, Jabar, Kamis (29/8/2019).

Emil mengklaim DPRD Jabar telah sepakat untuk mengkaji wacana pemindahan pusat pemerintahan dan ibu kota Jabar. Dia menyebut wacana itu muncul saat menggelar rapat pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansus VII pekan lalu.

"Kemarin RTRW Jabar sudah disahkan untuk sampai 2029. Di dalamnya Rebana sudah masuk kan, penataan jalur transportasi sudah masuk, termasuk persetujuan wacana pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi," jelasnya.

Menurutnya, penentuan lokasi baru ibu kota Jabar terbuka untuk seluruh wilayah. Namun, kini ia mengusulkan tiga lokasi, yakni di Tegalluar dan Walini di Kabupaten Bandung, serta wilayah Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).

Tegalluar dan Walini sebelumnya masuk dalam kawasan pengembangan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Sedangkan Segitiga Rebana --yang masuk wilayah Cirebon, Subang, dan Majalengka-- saat ini sedang dikembangkan menjadi wilayah ekonomi baru Jabar.

Belum dibahas mendalam

Ketua Pansus VIII DPRD Jabar Herlas Juniar mengatakan, dalam pembahasan RTRW Jabar pihaknya belum memasukkan rencana pemindahan ibu kota tersebut. Namun, DPRD sudah menyiapkan struktur ruang pembahasan jika suatu saat rencana itu dieksekusi.

"Ada yang menarik dan sempat ramai. Kami sudah menyampaikan soal rencana pemindahan ibu kota. Pak Gubernur sudah memahami berdasarkan kajian kami, belum bisa dicantumkan dalam draft," jelasnya.

Dia menandaskan, rencana itu belum bisa masuk dalam revisi RTRW lantaran sampai saat ini belum ada pembahasan mendalam soal rencana tersebut. "Karena kajiannya kan belum ada. Karena itu, kami mendorong Pemprov membuat kajian," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mendukung penuh wacana pemindahan ibu kota Jabar yang diusulkan Sang Gubernur. Ia akan sangat bersyukur jika Kabupaten Purwakarta bisa masuk wilayah yang akan terpilih, di luar dari tiga wilayah yang sudah diusulkan.

"Alhamdulillah Purwakarta kalau dipilih gitu. Mudah-mudahan itu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Tentu saja itu yang diharapkan. Kami siap. Jangankan ibu kota provinsi, ibu kota negara pun kami siap," ujar Anne Ratna Mustika, Kamis (29/8).

Dia menegaskan, apabila Kabupaten Purwakarta terpilih, dua wilayah yakni Kecamatan Sukatani dan Kecamatan Darangdan akan dimaksimalkan pengelolaannya. Menurutnya, Kabupaten Purwakarta dinilai tidak berpotensi terjadi bencana alam. Ia mencontohkan, posisi dari Gunung Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat sangat jauh.

"Secara geografis cocok sekali, karena strategis tempatnya ditengah-tengah. Saya akan mendukung programnya pak gubernur," tandasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR