NGUNDUH MANTU

Ritual upacara pernikahan adat Mandailing untuk Kahiyang

Pre Wedding Kahiyang-Bobby .
Pre Wedding Kahiyang-Bobby . | All Seasons Photo /All Seasons Photo

Pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution kini telah sah menjadi suami istri. Pernikahannya berlangsung meriah di Graha Saba Buwana, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

Keduanya menikah dengan serangkaian upacara adat Jawa, daerah asal kedua orang tua Kahiyang, Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo.

Usai menjalankan upacara adat di Solo, Kahiyang dan Bobby masih harus meresmikan status pernikahannya secara adat Mandailing, asal kedua orang tua Bobby pasangan Erwin Nasution (almarhum), mantan Dirut PTPN IV dan Ade Hanifah Siregar.

"Tak ada bedanya perkawinan antar suku di Mandailing. Kami cukup terbuka, sudah dari dulu begitu," kata Patuan Kumala Pandapotan (Pandapotan Nasution), pemangku adat yang akan memimpin jalannya upacara adat di ngunduh mantu Kahiyang-Bobby di Medan.

Acara akan dimulai pada 21 November di Bukit Hijau Regency, Tasbih, Kota Medan, untuk menyambut para tamu sekaligus pemberian marga kepada Kahiyang.

Suku Mandailing menganut sistem kekerabatan patrilenal, perempuan akan mengikuti silsilah adat suaminya.

Mengikuti aturan kalianda toru, yakni pengambilan marga dari pihak ibu sang suami, Kahiyang pun sudah dipastikan akan diberikan marga Siregar. Marga ini diambil dari ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar.

Setelah itu, ritual akan berlanjut ke pemotongan hewan kerbau. Menurut Pandapotan Nasution, ada tiga tingkatan kurban yang bisa disesuaikan dengan besar atau kecilnya pesta.

Pertama, jika tak ingin mengadakan pesta yang besar, Anda bisa mengurbankan seekor ayam. Bisa juga kambing untuk memenuhi syarat pesta kelas menengah. Bagi yang ingin membuat pesta besar, minimal seekor kerbau harus dikurbankan.

Untuk jumlahnya, syarat utama hanya seekor, tetapi jika mampu mengurbankan lebih pun tak jadi soal.

Uniknya, jika seseorang akan mengurbankan kerbau biasanya ia akan memberitahu peserta upacara adat bahwa ia akan mengurbankan anak ayam.

Jika menyebut kode "anak ayam" sebagai kurban, maka bisa dipastikan pesta pernikahan akan berlangsung secara besar-besaran. Hal ini dilakukan agar mereka yang berkurban tak tampak sombong dan takabur.

"Kalau dikatakannya "anak ayam" sudah tahu semua peserta adat bahwa yang dikurbankan adalah kerbau. Maka dari itu, diadakanlah pesta adat yang besar," kata Pandapotan.

Jokowi pun dikabarkan akan menyembelih seekor kerbau di upacara adat pada 24 November pagi hari di Medan nanti.

Usai upacara pemberian marga, keduanya lalu akan dimandikan di sungai.

Kahiyang dan Bobby akan dibawa ke sungai yang terletak sekitar 300 meter dari kediaman. Tak sungguh-sungguh dimandikan, keduanya hanya akan dibasuh, mirip dengan ritual siraman pada adat Jawa.

Ritual ini dilakukan sebagai simbol bahwa mereka telah menghanyutkan masa remaja dan siap melakoni kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.

Sepulangnya dari sana, Kahiyang dan Bobby akan diberikan ulos sekaligus gelar adat. Gelar adat diberikan karena mereka menggelar upacara adat yang besar.

Gelar adat ditentukan dengan sidang adat, musyawarah oleh para raja adat. Dihadiri oleh raja-raja adat yang termasuk suku Mandailing, khususnya yang tinggal di sekitar kampung mempelai pria.

Kedua mempelai pun akan diberikan ulos sebagai tanda disahkannya hubungan mereka dan diterima di keluarga. Sekitar tiga atau empat orang akan menyelimuti mereka dengan kain khas Sumatera Utara ini.

Acara yang digelar pada 25 November ini juga disambung dengan menyuapi upa-upa kepada kedua mempelai. Upa-upa ialah makanan yang sarat akan doa dan harapan untuk hidup keduanya.

Setelah diupa, mempelai pun melakukan tortor sombah, atau ritual meminta restu dari orang tua sambil meminta nasihat sebelum akhirnya gendang pun ditabuh tanda selesainya rangkaian upacara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR