PILPRES 2019

Riuh debat menjelang debat capres

| Salni Setyadi /Beritagar.id

ALAT | Maka masing-masing tim sukses dan masyarakat pendukung calon presiden sibuk bertengkar. Media sosial menjadi lahan perbantahan. Lembaga pemberitaan mendapatkan umpan kunyahan. Menu panas pembuka tahun 2019 adalah soal penyampaian visi dan misi: siapa yang harus menyampaikan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya tak mau ambil pusing. Pekan lalu di Jakarta KPU menyatakan takkan memfasilitasi sosialisasi visi dan misi itu.

Bagi masing-masing tim kampanye, dan khalayak pendukungnya, perbantahan keras bukanlah tujuan. Itu hanya alat. Pilihannya bisa mengutamakan jual kecap buatan sendiri, tapi bisa juga memburukkan kecap pabrik sebelah. Atau bisa juga selang-seling.

Mereka berebut opini publik. Penilaian dan pertimbangan rakyat pemilih akan menentukan pada hari pencoblosan Pilpres 2019.

Maka soal hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos bisa belok ke mana-mana. Pihak yang merasa tertuding, setidaknya tersindir, membuat serangan balik tanpa diminta. Hoaks itu adalah pancingan dari tim petahana agar lawan bereaksi, syukur terpeleset, sehingga bisa diperkarakan. Walah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR