PENEMBAKAN MASSAL

Riwayat kelam pelaku penembakan gereja di Texas

Warga berkumpul di dekat lokasi penembakan massal di First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat (5/11/2017)
Warga berkumpul di dekat lokasi penembakan massal di First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat (5/11/2017) | Larry W. Smith /EPA-EFE

Pelaku penembakan massal di First Baptist Church, Sutherland Springs, Texas, pada Minggu (5/11/2017) waktu setempat, teridentifikasi sebagai Devin Patrick Kelley (26). Pria yang ditemukan tewas dalam mobilnya itu, punya riwayat penuh kekerasan.

The New York Times menggambarkan Kelley sebagai pria yang pernah memukuli istrinya, meretakkan tengkorak balita putra tirinya, mengusir teman sendiri, suka mencari gara-gara terhadap polisi, bahkan mengasari anjingnya sendiri. Gambaran mengerikan untuk seorang mantan anggota angkatan udara Amerika Serikat.

Aksinya yang menewaskan 26 orang pada usia 26 tahun, belum bisa dijelaskan. Media-media di AS yang mengorek riwayat hidup Kelley, mulai menemukan fakta-fakta pahit. Berkulit putih, berjanggut dan jambang, serta kumis tak beraturan di bawah hidungnya, adalah gambaran terakhir yang dipublikasikan otoritas atas sosoknya.

Petunjuk yang didapatkan polisi adalah ancaman dalam bentuk SMS kepada ibu mertuanya, yang juga jemaat di gereja tersebut. Namun saat penembakan berlangsung, Sang Ibu Mertua tak menghadiri ibadah pada Minggu nahas tersebut.

Petunjuk lain, terdapat dalam status Facebook yang dipercaya sebagai akun Kelley. Akun yang telah dihapus tersebut, pernah memuat sebuah foto senjata penyerbu dan kutipan dari Mark Twain: "I do not fear death. I had been dead for billions and billions of years before I was born and had not suffered the slightest inconvenience from it."

Kelley mulai mengabdi sebagai anggota Angkatan Udara AS (USAF) pada 2010, dan bertugas di bagian logistik. Ia ditempatkan di pangkalan udara Holloman, New Mexico.

Dikisahkan BBC, dua tahun kemudian kariernya tamat. Ia diajukan ke mahkamah militer pada 2012 karena kekerasan terhadap istri dan anak tirinya. Kelley pun divonis satu tahun penjara, beserta penghapusan pangkat. Ia lalu dipecat dari kemiliteran pada 2014.

Riwayat kekerasan dalam rumah tangga yang dikoleksi Kelley, seharusnya jadi peringatan. Laporan BBC itu juga menyatakan, menurut Gubernur Texas, Greg Abbott, Kelley pernah minta izin untuk membeli senjata di wilayah Texas namun ditolak. Menurutnya, Kelley tak layak memiliki senjata secara legal.

"Bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan senjata? Faktanya, kita semua tahu ia tak seharusnya boleh punya akses terhadap senjata," ujar Abbot pada CNN (7/11/2017). "Bagaimana ini bisa terjadi?" sergahnya lagi.

Foto Devin Patrick Kelley yang resmi disebarkan oleh otoritas di Texas
Foto Devin Patrick Kelley yang resmi disebarkan oleh otoritas di Texas | EPA /Texas Department of Public Safety

Pihak Angkatan Udara AS mengakui, mereka kurang detail dalam memberi rujukan informasi atas riwayat kekerasan yang dilakukan Kelley selama menjadi tentara, kepada penegak hukum sipil atau non-militer.

Padahal, rujukan tersebut sangat penting bagi penjual senjata--untuk memeriksa apakah si pembeli layak atau tidak menurut hukum--sebelum menyerahkan senjata kepada si pembeli. Karena riwayat kelam itu terbenam di kalangan militer, sipil tak tahu-menahu.

"Bila saja informasi tersebut muncul dalam pusat data (penegak hukum) federal, mungkin saja akan mencegah Kelley memiliki senjata secara legal," ungkap pernyataan dari USAF yang dikutip CNN. Mereka pun berjanji turut melakukan investigasi.

Kelley diketahui empat kali membeli senjata--dua di Colorado, dan dua di Texas. Masing-masing senjata itu dibeli pada 2014, 2015, 2016 dan 2017.

Sebuah Ruger AR-556 ditemukan tergeletak di depan gereja. Senjata itu diduga sengaja dijatuhkan Kelley, saat ia dikejar warga yang melihat aksinya. Stephen Willeford, yang tinggal di dekat gereja di kawasan Sutherland Springs itu, sempat menembak Kelley dua kali sebelum penembak bengis itu kabur menggunakan mobilnya.

Seperti diberitakan, ia lalu ditemukan tewas beberapa belas kilometer dari lokasi gereja. Diduga kuat ia telah menembak dirinya sendiri hingga tewas. Dua senjata genggam ditemukan bersama jasad Kelley di dalam mobil.

Serangan yang dilakukan Kelley tak jauh berselang setelah dimulainya ibadah Minggu pada sekitar pukul 11 waktu setempat. Kelley, menurut petugas kepolisian Texas, membawa senjata api militer dan mengenakan sebuah rompi anti peluru berwarna hitam.

Kelley sempat mampir ke tempat pengisian bahan bakar di Highway 87 yang berada di seberang gereja. Kelley kemudian menyeberangi jalan dan mulai memuntahkan pelurunya mulai dari luar hingga ke dalam gereja.

Polisi baru menerima laporan 20 menit setelah penembakan terjadi. Warga dan petugas kepolisian yang sudah tiba di lokasi kejadian mengejar Kelley dan menabrakkan mobilnya di sekitar Guadalupe County.

Korban tewas tercatat berusia 5 sampai 72 tahun, banyak di antaranya anak-anak, perempuan hamil, dan anak perempuan seorang pastor setempat. Sekitar 20 orang dilaporkan terluka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sekitar gereja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR