TRAGEDI KEMANUSIAAN

Rontoknya berbagai penghargaan Suu Kyi

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam pidato di Tokyo Jepang, 9 Oktober 2018.
Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam pidato di Tokyo Jepang, 9 Oktober 2018. | Franck Robichon /EPA-EFE

Penghargaan internasional terhadap pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi satu per satu rontok. Amnesty International mengumumkan pencabutan penghargaan hak asasi manusia (HAM) tertinggi Ambassador of Conscience alias duta hati nurani yang pernah diberikan kepada Aung San Suu Kyi pada 2009.

Amnesty International mengirimkan surat kepada Aung San Suu Kyi mengenai pencabutan penghargaan pada 11 November 2018. Suu Kyi dianggap telah membiarkan terjadinya pembunuhan massal yang dilakukan rezim militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya.

"Suu Kyi tidak lagi mewakili simbol harapan, keberanian, dan pembela HAM," ujar Sekjen Amnesty International, Kumi Naidoo dalam keterangan tertulis.

Kumi menyatakan kekecewaannya karena Suu Kyi tidak menggunakan otoritas politik dan moralnya untuk menjaga HAM, menegakkan keadilan dan kesetaraan di Myanmar. Suu Kyi dianggap menutup mata terhadap kekejaman militer Myanmar dan meningkatnya serangan terhadap kebebasan berekspresi di negara tersebut.

Amnesty International menganugerahi penghargaan HAM tertinggi Ambassador of Conscience pada 2009 kepada Aung San Suu Kyi atas perjuangannya yang secara damai membela demokrasi dan HAM di Myanmar.

Amnesty International memberi penghargaan tersebut pada saat Aung San Suu Kyi masih berada di dalam penjara. Suu Kyi menerima penghargaan secara langsung pada 2012 setelah dibebaskan dari penjara.

Aung San Suu Kyi menjadi pemimpin de facto pemerintahan sipil Myanmar pada 2016. Sejak saat itu dia menghadapi tekanan internasional untuk mengecam aksi militer terhadap Rohingya. Namun, dia terus menolaknya.

Pada tahun lalu, militer Myanmar membunuh dan menyiksa ribuan orang serta membakar ratusan rumah dan perkampungan sehingga rata dengan tanah. Terhitung sebanyak 720.000 warga etnis Rohingya melarikan diri mencari perlindungan ke Bangladesh.

Laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar pemimpin senior militer Myanmar diinvestigasi dan diadili atas kejahatan genosida di negara tersebut.

Pemerintahan Suu Kyi cenderung melindungi militer dan cara menutup mata, bahkan membantah tuduhan pelanggaran HAM. Pemerintah Suu Kyi pun dianggap selalu menghalangi upaya komunitas internasional untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Kalangan internasional menganggap pemerintahan Suu Kyi terlibat dan membiarkan terjadinya pelanggaran HAM terus berulang. Sejumlah penghargaan yang diterima Suu Kyi pun mulai rontok satu per satu sejak 2017 –kecuali hadiah Nobel yang tak bisa dibatalkan.

Berikut penghargaan yang dicabut dari tangan Suu Kyi:

1. Freedom of Edinburgh Award

Suu Kyi menerima penghargaan itu pada 2005 ketika menjalani tahanan selama 15 tahun. Pemerintah kota Edinburgh di Skotlandia mencabut penghargaan Freedom of Edinburgh Award dari Suu Kyi pada 23 Agustus 2018. Penghargaan Edinburgh pernah dicabut dari tangan Charles Parnell pada 1890 setelah politisi nasionalis itu terlibat skandal perselingkuhan.

2. Elie Wiesel Award

Museum Memorial Holocaust mencabut penghargaan Elie Wiesel Award untuk Suu Kyi pada 7 Maret 2018. Museum ini memberikan penghargaan kepada Suu Kyi pada 2012. Penghargaan ini diberikan untuk para tokoh yang melawan kebencian, genosida, dan hak asasi manusia. Aung San Suu Kyi adalah tokoh pertama yang menerimanya.

Museum Memorial Holocaust sejak 2013 telah melakukan penyelidikan soal kekerasan terhadap Rohingya. Pada November tahun lalu, Museum Memorial Holocaust mengatakan bukti pembantaian Rohingya telah mengarah kepada genosida.

3. Freedom of the City of Dublin Award

Suu Kyi menerima penghargaan Freedom of the City of Dublin pada 1 November 1999. Suu Kyi menerima langsung penghargaan itu pada 2012 ketika berkunjung ke Irlandia. Hasil keputusan dewan kota akhirnya mencabut penghargaan dari tangan Suu Kyi pada 13 Desember 2017.

4. Oxford Freedom of the City Award

Suu Kyi menerima penghargaan Oxford Freedom of the City Award pada 1997. Penghargaan dari Kota Oxford tempat Suu Kyi menempuh pendidikan itu dicabut pada 27 November 2017. Dewan Kota Oxford mengatakan tidak ingin penghargaan itu disematkan kepada mereka yang menutup mata terhadap kekerasan.

5. Freedom of Glasgow Award

Pada 2 November 2017, Glasgow mencabut penghargaan Freedom of Glasgow Award. Penghargaan itu diberikan kepada Suu Kyi pada 2009 ketika dia menjalani tahanan rumah. Sebelum pencabutan, dewan kota telah menyurati Suu Kyi, menyampaikan keresahan mereka atas pelanggaran HAM berat terhadap Rohingya.

6. Unison Award

Penghargaan pertama yang rontok di tangan Suu Kyi adalah dari UNISON, serikat dagang terbesar Inggris. UNISON mencabut penghargaan sekaligus membatalkan keanggotaan kehormatan Suu Kyi pada 20 September 2017. UNISON memberikan penghargaan pada 1998 atas perjuangan Suu Kyi menegakkan HAM dan demokrasi di Myanmar.

BACA JUGA