Sandiaga Uno optimistis OK OCE mulus

Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan), berpelukan dengan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jakarta, 19 April 2017.
Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan), berpelukan dengan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jakarta, 19 April 2017.
© Bagus Indahono /EPA

Kesibukan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno belakangan lebih dari biasanya. Maklum, Senin (16/10/2017) nanti, Anies dan Sandi akan dilantik secara resmi sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Mendekati hari pelantikan, misalnya Kamis (12/10), Anies-Sandi melakukan pengukuran (fitting) baju dinas di Jakarta Selatan. Selain itu, kabar soal Anies dan Sandi mulai menyinggung sejumlah janji kampanye politik pada awal 2017 lalu.

Anies, misalnya, diingatkan agar pendiriannya terhadap pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta tidak berubah. Bahkan Partai Gerindra yang berada di balik Anies menegaskan bahwa janji untuk membatalkan reklamasi termaksud harus ditepati.

"...kalau berjanji harus ditepati," ujar Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, Senin (9/10).

Dan ketika menjabat nanti, Anies hampir dipastikan bakal terjepit. Mana yang harus dituruti; Gerindra dan konstituennya atau pemerintah.

Maklum, urusan reklamasi Teluk Jakarta juga dikendalikan pemerintah pusat. Bahkan Kemenko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, sudah menegaskan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tak bisa lagi mengutak-atik status moratorium reklamasi Teluk Jakarta yang sudah dicabut pemerintah pusat.

"Kalau mereka (Gubernur dan Wakil Gubernur baru) bisa menunjukkan ada yang tidak benar, silakan," kata Luhut dalam RMOL.

Sejauh ini Anies belum mau bicara banyak. "Nantilah soal itu. Nanti saya jawab setelah bertugas. Kalau sekarang no comment," ujar Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (10/10), seperti dikutip Kumparan.

Berbeda dengan Sandi, sang wakil. Sandi sempat berbicara soal salah satu program unggulannya, OK OCE.

Sempat muncul berita bahwa program itu nanti akan dipimpin sang kakak, Indra Uno. Namun Rabu (11/10), Sandi meralat kabar itu dan menyatakan bahwa Indra akan dicopot setelah dirinya resmi menjadi wakil gubernur.

Sandi berkilah bahwa keberadaan Indra justru hanya akan menegaskan nepotisme, sebuah hal tabu dalam pemerintahan. "...kesepakatannya pas kita mulai berdinas tidak boleh ada lagi di Mas Indra," kata Sandi dilansir Viva.

Sandi juga menegaskan bahwa OK OCE sebenarnya bukan program, melainkan gerakan masyarakat yang dibangun melalui yayasan keluarga Mien R Uno Foundation. Kebetulan Mien Uno adalah ibunda Sandi dan Indra.

Karena bukan program, tak ada dana dari APBD Perubahan 2017 yang bakal digunakan untuk OK OCE. Namun pendapat berbeda disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dan Perdagangan DKI Jakarta, Irwandi.

Menurut Irwandi, Dinas UMKM sudah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk OK OCE. Bahkan seperti ditulis Warta Kota, Irwandi memastikan program OK OCE sudah masuk di APBD Perubahan 2017.

"Di APBDP ditulisnya pelatihan kewirausahaan. Itu rohnya OK OCE. Total anggarannya Rp1,5 milliar," tutur Irwandi.

Persoalannya, beberapa waktu lalu Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik mengatakan bahwa tak ada satu pun program Anies-Sandi yang masuk ke APBD Perubahan 2017.

"Seharusnya eksekutif memberi ruang buat Anies-Sandi memenuhi janji politiknya," ujar Taufik. Bila itu benar, Anies-Sandi diperkirakan tak akan bisa menjalankan satupun programnya dalam enam bulan pertama.

Namun dalam situs resmi kampanye politik Anies-Sandi, Jakarta Maju Bersama, disebutkan bahwa OK OCE adalah program kerja meski tidak masuk dalam visi-misi. Dalam visi-misi hanya disebutkan menciptakan lapangan kerja.

Apapun, Sandi menegaskan keyakinannya bahwa semua program unggulan mereka bakal selesai dalam satu periode alias dalam lima tahun pertama.

Sandi mengandalkan pengalaman Anies yang mampu menyerap anggaran hingga 94 persen saat masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sandi menegaskan keyakinannya untuk menciptakan 200 ribu lapangan kerja baru dalam lima tahun. Lapangan kerja itu, lanjut Sandi dalam Sindonews, dapat diwujudkan melalui UMKM sebanyak 4.000-5.000 di setiap kecamatan dan melalui 44 pos pengembangan kewirausahaan atau One Kecamatan One Center Entrepreneur Center (OK OCE).

"Kami menawarkan program ya untuk satu periode saja, ngapain nawarin program tapi diselesaikan dua periode," imbuhnya.

Apa itu program OK-OCE?
© Anies Baswedan
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.