NGUNDUH MANTU

Santapan khas Mandailing di pesta Kahiyang-Bobby

Gulau daun ubi
Gulau daun ubi | Dolly MJ /Shutterstock

Rangkaian upacara pernikahan putri Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution belum berakhir. Setelah dilangsungkan di Solo (8/11/2017), keduanya direncanakan akan mengikuti rangkaian upacara pernikahan dari pihak keluarga Bobby, 21-25 November mendatang.

Menurut Patuan Kumala Pandapotan (Pandapotan Nasution), dalam rangkaian upacara itu, salah satu yang dipersiapkan adalah menu makanan. Makanan utama dan terpenting ada di dalam upacara ialah upa-upa.

Upa-upa bukanlah nama bahan makanan, bukan pula nama dari santapan khas Mandailing. Upa-upa sejatinya ialah sebuah rangkaian doa, yang disampaikan secara simbolis dengan beberapa jenis makanan.

Biasanya upa-upa dilakukan di acara pernikahan, menyambut anak yang baru lahir, sambutan kepada tamu besar, memasuki rumah baru dan untuk orang yang baru terkena musibah .

"Di dalam upa-upa itu ada doa. Ada telor, nasi dan sebagainya, itu semua ada bacaan (doa)," kata lelaki 80 tahun asal Pidoli, Sumatera Utara kepada Beritagar.id, Rabu (25/10/2017).

Di urutan pertama, ada nasi. Sama seperti di mayoritas daerah di Indonesia, nasi akan dihidangkan seperti biasa.

Harapannya, agar nasi yang berwarna putih tersebut dapat pula membuat hati sang penerima sama putih dan bersihnya.

Setelah itu ada telur ayam. Penggunaan telur ayam pun bukan tanpa sebab. Putih telur yang berada di sekeliling kuningnya dianggap berlaku layaknya seseorang yang ingin melindungi.

Maka sang mempelai pun diharapkan dapat saling menjaga, agar menyatu jiwa raganya dan supaya kuat menghadapi kehidupan.

Lalu ada ikan. Menurut Pandapotan, bagi masyarakat Mandailing, ikan sungguh merupakan hewan yang patut ditiru.

Ikan biasanya berenang dalam kelompok, baik kecil maupun besar. Mereka sama-sama pergi ke hulu, sama-sama juga kembali ke hilir. Perilaku ikan itu diharapkan akan terjadi mereka. Mereka diharapkan selalu seiya sekata, selaras dan harmonis.

Udang yang kerap dihidangkan dalam upa-upa juga memiliki makna. Salah satunya ialah agar mempelai dapat mengadopsi filosofi hidup udang. Pada habitatnya di laut ataupun air tawar, udang tak pernah terbawa arus dan hanyut. Filosofi udang itu bermakna kedua mempelai diharapkan selalu berani mengahadpi tantangan kehidupan.

Terakhir ada garam. Garam biasanya diletakkan di pucuk telur yang telah direbus. Garam diartikan sebagai sesuatu yang berguna dan selalu dibutuhkan banyak orang.

Selain upa-upa, ada juga makanan lain yang sarat doa, seperti daging kerbau. Ya, di pesta pernikahan adat Mandailing yang akan digelar di kediaman keluarga Bobby, Kompleks Bukit Hijau Regency, Medan, akan ada beberapa olahan daging kerbau.

Kerbau yang merupakan hasil kurban ini akan dimasak dengan bumbu khas Mandailing, misalnya gulai, rendang dan sup.

Seperti halnya upa-upa, bagian-bagian tubuh kerbau pun mengandung arti. Contohnya saja mata kerbau. Ketika seseorang yang memiliki hajat memakan mata kerbau, maka ia diharapkan dapat menjaga hatinya dari setiap apa yang dilihatnya.

Lalu ada telinga, yang menurut masyarakat Mandailing ialah perlambang kepekaan seseorang akan keadaan sekitarnya. Memakan telinga sama dengan berkomitmen untuk selalu mendengar jika kerabat tertimpa kemalangan, ia harus segera hadir tanpa perlu diundang.

Selain makanan-makan yang penuh makna, di pesta pernikahan adat Mandailing pun banyak terdapat makanan yang bisa disantap secara kasual.

Ada daun ubi tumbuk yang biasa dihidangkan dengan bumbu gulai. Selain daun ubi tumbuk, pisang pun kerap digulai di Mandailing. Namun, pisang yang dipakai merupakan yang belum matang. Sayangnya kian modernnya zaman, kini tak banyak hajatan yang masih menghidangkan gulai pisang untuk para tamunya.

Selain itu ada ikan sale, yakni ikan yang sudah diawetkan dengan cara diasap atau dijemur. Ikan lalu diolah dengan bumbu gulai.

Hidangan ini juga dilengkapi dengan sambal khasnya, sambal tuktuk. Tak seperti sambal di Jawa, sambal tuktuk memiliki rasa pedas menyengat dengan cita rasa andaliman yang khas. Sambal ini juga ditumbuk dengan campuran ikan suwir dan ikan teri.

Pun dibuat khusus, seluruh hidangan ini tak hanya dapat dinikmati oleh Presiden Joko Widodo dan keluarganya, tetapi juga oleh seluruh undangan yang hadir pada pesta yang akan diadakan 24-26 November 2017.

A post shared by Dila (@jengkelinih) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR