HAK ANAK

Sebagian anak Indonesia kehilangan masa kanak-kanaknya

Nasib anak menurut riset Save The Children
Nasib anak menurut riset Save The Children | Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Laporan berjudul The Many Faces of Exclusion: End of Chilhood Report (2018) dirilis lembaga non-profit internasional, Save The Children, pada Juni 2018 silam. Indonesia berada di ranking 105 dari 175 negara di dunia.

Pengukuran ini menggambarkan negara-negara yang paling ramah bagi perkembangan anak, atau sebaliknya. Sejumlah indikator digunakan, seperti tingkat perkawinan anak, kehamilan usia anak, pekerja anak, dan kematian bayi baru lahir.

Aspek tersebut dinilai dapat mengakhiri "masa kanak-kanak" yang seharusnya dinikmati anak-anak di dunia, sesuai dengan hak-hak dasarnya.

Meski demikian, indeks ini tidak memotret seluruh aspek penyebab yang mempengaruhi buruknya kehidupan anak. Fokusnya pada hak-hak dasar anak, misalnya hak hidup, tumbuh kembang secara sehat, pendidikan, dan perlindungan dari kekerasan.

Posisi Indonesia masih berada di bawah beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura (1), Malaysia (67), Brunei Darussalam (68), Thailand (85), Vietnam (96) dan Filipina (104).

Posisi Indonesia hanya berada di atas Myamar (107), Kamboja (118) dan Timor Leste (128). Ranking Indonesia pada 2018 tersebut turun dibanding pada 2017 (101), meski secara skor mengalami kenaikan--dari 793 ke 794.

Skor 794 bagi Indonesia, dapat diartikan "sebagian anak Indonesia kehilangan masa kanak-kanaknya". Misalnya masih ada 6,9 persen anak yang bekerja, atau 12,8 persen yang menikah pada usia dini.

Khusus dalam hal pekerja anak, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam statistik kriminal 2018 mencatat jenis kejahatan mempekerjakan anak di bawah umur memiliki rerata kenaikan tertinggi, mencapai 14,34 persen per tahun pada kurun 2015-2017.

Sebagai catatan, data gizi anak dari Kementerian Kesehatan yang digunakan sebagai pembanding dalam data-data di atas adalah data 2017. Ini untuk menyesuaikan rilisan Save The Children pada Juni 2018 yang menggunakan data hingga 2017.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR