Sekolah politik untuk kader parpol

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Partai ini akan mendirikan sekolah politik selevel Lemhanas
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Partai ini akan mendirikan sekolah politik selevel Lemhanas | Muhammad Adimaja/Antara

Sejumlah partai politik berencana mendirikan sekolah politik. Tujuannya, meningkatkan kapasitas kader dalam bidang politik.

Partai Demokrat, saat Rapat Pimpinan di Jakarta, awal Juli 2015, menyatakan hendak mendirikan Institut Pembangunan dan Demokrasi (IPD). Pramono Edhie Wibowo akan menjadi kepala sekolah yang diharapkan bisa selevel dengan Lemhanas.

“Pengajarnya nanti kami-kami ini. Mungkin Bang Ruhut Sitompul bisa. Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang utama juga mungkin bisa. Saya juga bisa," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Kompas.com, Sabtu 4 Juli 2015

PDIP lebih dulu membuka sekolah. Namun sekolah itu bersifat ad hoc, hanya untuk menghadapi pilkada serentak 9 Desember 2015. Pesertanya, 137 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 25 provinsi dan 99 kabupaten/kota.

Pada Maret 2015, Golkar kubu Agung Laksono dan NasDem menyepakati pendirian sekolah politik yang dikeloka bersama.

"Sekolah pendidikan politik kebangsaan akan dilaksanakan di 34 provinsi," ujar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Jawa Pos, 11 Maret 2015

Upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader tentang politik memang sangat diperlukan. Selama ini muncul sejumlah bukti bahwa kader parpol justru tak paham politik.

Pernyataan bendahara Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Nuraina soal hak angket DPRD terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pada Februari 2015 adalah bukti rendahnya soal politik.

"Hak angket itu kan (hak) bertanya ya. Ya saya berharap (hubungan DPRD dan DKI) bisa lebih komunikatif dan (menjalin) kerja sama lebih baik lagi," kata Nuri.

Kompas.com, 26 Februari 2015

Tentu, bolehlah berharap sekolah politik parpol bisa menyembuhkan pernyataan keliru ala politisi seperti ucapan Nuri itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR