PASAR SAHAM

Sektor Industri Dasar pimpin penguatan IHSG

Sektor Industri Dasar pimpin penguatan IHSG
Sektor Industri Dasar pimpin penguatan IHSG | Robotorial /beritagar.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup sore ini Rabu (20/02/2019) terkoreksi menguat 0,28 persen, atau 18,12 poin di level 6.512,78. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 6.552,15 poin di titik tertinggi, dan terendah 6.483,07 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 497,57 ribu kali dengan nilai transaksi Rp10,08 triliun. Sebanyak 197 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 204 emiten melemah, dan 226 emiten tidak mengalami pergerakan.

Logindo Samudramakmur (Tbk) (LEAD) memimpin penguatan saham (top gainer) sore ini, setelah ditutup sebesar 22,67 persen pada level Rp92 per lembar saham, dari Rp75 per lembar pada penutupan Selasa (19/02/2019).

Alkindo Naratama (Tbk) merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada Rabu (20/02). Emiten bersandi ALDO mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp1.900 (-24,30 persen) per lembar saham, dimana Selasa (19/02) kemarin ditutup Rp2.510 per lembar.

Bank Mandiri (Persero) (Tbk) (BMRI) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 18,43 ribu kali.

Penguatan indeks dipengaruhi oleh 8 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Industri Dasar mencapai 1,61 persen (14,15 poin), disusul sektor Pertambangan sebesar 0,64 persen (12,07 poin), dan saham-saham di sektor Manufaktur sebesar -46,02 persen (8,48 poin).

Sedangkan sektor saham yang melemah, di antaranya Pertanian, mencapai -0,69 persen (-11,06 poin). Berikutnya adalah sektor Infrastruktur sebesar -0,8 persen (-9,69 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp3,23 triliun, terutama pada saham Japfa Comfeed Indonesia (Tbk) (JPFA), Sarana Menara Nusantara (Tbk) (TOWR), dan Bank Mandiri (Persero) (Tbk) (BMRI).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp3,68 triliun, khususnya pada saham Sri Rejeki Isman (Tbk) (SRIL), Rimo International Lestari Tbk (RIMO), dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) (Tbk) (BBRI).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR