REFORMASI BIROKRASI

Selfie sebagai presensi pegawai negeri

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

ABSEN | Absensi: menghitung orang yang tak tampak batang hidung maupun terendus baunya. Kalau hasilnya nihil berarti bagus. Semua orang presen, hadir.

Maka untuk menjaga agar semua pegawai masuk kantor, dan semoga rajin bekerja, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengujicobakan aplikasi swafoto sebagai alat presensi.

Kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung pekan ini, "Itu baru kami terapkan dalam rangka untuk meningkatkan kedisiplinan. Tetapi juga dengan mengacu pada kemajuan teknologi informasi, artinya secara sekejap bisa kita ketahui dan tidak bisa dimanipulasi."

Soal bolos tapi mengaku masuk adalah modus klasik. Berlangsung di kalangan anak sekolah, peserta kursus, mahasiswa, hingga amtenar dan pegawai partikelir. Ada beragam cara. Cara paling kuno adalah meminta orang lain memalsukan tanda tangan.

Bagaimana dengan yang mulia para anggota DPR? Sabar. Nanti dulu. Beda urusan, saudara-saudara.

Mereka memang sering diberitakan suka membolos. Dalam pembukaan rapat paripurna ke-12 kemarin (13/2/2018), misalnya. Hanya 223 dari 560 orang yang hadir. Cuma 39,82 persen — kurang dari kuorum versi dua pertiga hadirin maupun versi 50 plus satu persen hadirin.

Akhirnya jumlah hadirin bertambah 58 menjadi 281 orang. Lalu apakah para tuan yang mangkir itu menitipkan tanda tangan? Tampaknya tidak. Membolos ya membolos saja. Alasan bisa menyusul.

Menurut anggota Komisi XI DPR dari Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, tahun lalu, anggota dewan tak hadir belum tentu membolos.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR