PENDIDIKAN TINGGI

Seluk-beluk SBMPTN 2019, cara baru masuk universitas

| Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Tak ada kenaikan biaya. Calon mahasiswa hanya membayar biaya pendaftaran Rp200.000. Bahkan bisa dua kali ikut ujian masuk. Malah calon mahasiswa dapat mengikuti tes dulu, barulah kemudian mendaftar.

Calon mahasiswa termaksud hanya untuk pendaftar perguruan tinggi negeri (PTN). Nama ujiannya Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Untuk menyaring calon, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi hanya menerapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menurut Ketua Panitia SBMPTN Ravik Karsidi di Jakarta pekan ini (22/10/2018), "Jika kurang puas pada hasil UTBK pertama, peserta diperbolehkan mengikuti tes kembali. Hasil kedua tes tersebut dapat menjadi acuan bagi PTN tujuan."

Untuk dua kali tes itu, menurut Ravik, jenis soalnya sama, tetapi pertanyaannya berbeda (h/t Kompas.com).

Adapun saya tampung mahasiswa, SBMPTN 2019 akan menambahnya, dari 10 persen menjadi 40 persen.

Cerita lain seputar SBMPTN sila tengok arsip Beritagar.id. Untuk mencari informasi lebih lengkap sila kunjungi Halo SBMPTN.

Saat ini pendaftaran dan tes kolektif PTN memasuki tahun ke-42. Sebelumnya tes masuk dilakukan terpisah. Pada 1977 pemerintah menyelenggarakan Skalu (Sekretariat Kerja Sama Antar Lima Universitas).

Skalu mencakup Universitas Indonesia (Jakarta; kampus UI belum pindah ke Depok, Jawa Barat), Institut Teknologi Bandung (Jabar), Institut Pertanian Bogor (Jawa Barat), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta, DIY), dan Universitas Airlangga (Surabaya, Jawa Timur).

Lalu pada 1979 Skalu berubah menjadi Proyek Perintis I, II, dan III, yang melibatkan lebih banyak PTN. Pada tahun itu pula terjadi perubahan periode tahun ajaran. Sebelumnya Januari – Desember, berubah menjadi Juli –Juli. Semua anak sekolah mengalami perpanjangan bukan pemendekan masa studi selama satu semester.

Kemudian seterusnya terjadi beberapa kali perubahan dalam sistem seleksi masuk PTN. Tetap ada nama PTN hingga kini karena masih ada institut selain unversitas dalam ragam perguruan tinggi. Misalnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya, Jatim), Institut Pertanian Bogor, dan Institut Seni Indonesia (dulu: Sekolah Tinggi Seni).

Institut yang berubah nama menjadi universitas antara lain IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan; menjadi Universitas Negeri pada 1999) dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri; menjadi Universitas Islam Negeri secara bertahap).

Nama IKIP biasanya diikuti nama kota, misalnya IKIP Bandung dan IKIP Malang dan berlanjut setelah menjadi UN. Sedangkan nama IAIN biasanya diikuti nama wali dan pahlawan Islam, misalnya IAIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) dan IAIN Imam Bonjol (Padang, Sumatra Barat).

Catatan Redaksi: infografik telah kami revisi pada bagian kanan atas sehingga tak ada lagi soal HOTS (high order thinking skill)

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR