PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Sembilan ruas tol baru hingga akhir 2019

Sejumlah pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang di Kampung Landak, Petir, Serang, Banten, Senin (8/7/2019).
Sejumlah pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang di Kampung Landak, Petir, Serang, Banten, Senin (8/7/2019). | Asep Fathulrahman /AntaraFoto

Sembilan ruas jalan tol dengan panjang total 406,14 kilometer (km) siap beroperasi secara bertahap hingga akhir tahun 2019.

Sampai Mei 2019, jalan tol yang telah diresmikan dan beroperasi mencapai 949 km. Dengan tambahan sembilan ruas ini, maka total ruas tol yang telah dibangun sepanjang 2015-2019 mencapai 1.355,14 km dari target 1.852 km.

Adapun keberadaan sembilan ruas jalan tol tambahan ini tak hanya ada di Jawa, melainkan juga Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit memerinci, untuk di Jawa, ruas jalan tol baru dimulai dari perampungan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dengan panjang total 14,64 km.

Pembangunan jalan tol Cijago dikerjakan oleh PT Translingkar Kita Jaya dan terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 dimulai dari interchange Jagorawi-Jalan Raya Bogor, seksi 2 Bogor-Kukusan, dan seksi 3 Kukusan-Cinere.

“Saat ini progres Cijago sudah 100 persen dan siap diresmikan Agustus ini,” kata Danang, mengutip laman resmi PUPR, Senin (12/8/2019).

Ruas selanjutnya adalah jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,14 km. Sampai hari ini, progres pembangunannya sudah mencapai 94,24 persen.

Kemudian jalan tol Pandaan-Malang seksi 4, Singosari-Pakis, sepanjang 5,1 km dengan progres 97,1 km. Terakhir, jalan tol Jakarta-Cikampek II sepanjang 36,4 km dengan progres konstruksi 91,42 persen.

“Tol Jakarta-Cikampek II yang dimulai dari SS Cikunir hingga Karawang ini akan memisahkan pengguna jalan tol jarak jauh dengan jarak dekat,” kata Danang.

Untuk ruas jalan tol Sumatra terdiri dari Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpaka), Lampung Tengah, sepanjang 189 km. Ruas ini rencananya diresmikan pada September 2019, dengan progres saat ini mencapai 94,33 persen.

Tol Terpaka adalah bagian dari Trans Sumatra yang dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi mencapai Rp21,95 triliun.

“Pada Lebaran 2019, ruas jalan tol ini sudah digunakan fungsional untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik,” ujar Danang.

Selanjutnya, jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 1 ruas Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 Km. Saat ini konstruksinya mencapai 74,44 persen. Lalu jalan tol Pekanbaru-Dumai seksi 1-2 ruas Pekanbaru-Petapahan sepanjang 33,6 Km yang progresnya sudah mencapai 95 persen.

Ruas yang akan diresmikan selanjutnya berada di Sulawesi, yakni jalan tol Manado-Bitung seksi 1-2A ruas Manado-Danowudu sepanjang 22,5 Km.

Jalan tol ini dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan investasi senilai Rp6,19 triliun.

Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini diklaim bisa memangkas waktu tempuh dari dan ke Manado-Bitung menjadi sekitar 30 menit dari sebelumnya 90-120 menit.

Terakhir, jalan tol Balikpapan-Samarinda seksi 2-4 ruas Samboja-Samarinda dengan panjang 66,4 Km, di Kalimantan Timur.

Saat ini, ruas tersebut dalam tahap penyelesaian dengan progres konstruksi masing-masing sebesar 92,36 persen dan 96,71 persen. Dua ruas jalan tol itu rencananya diresmikan pada Oktober 2019.

Laman KPPIP.go.id menyebut keberadaan tol ini bakal membantu arus distribusi hasil perkebunan sawit, pertambangan batu bara, serta hasil minyak dan gas di Balikpapan dan Samarinda. Selain turut membantu laju transportasi warga dan memangkas biaya logistik.

Lelang tujuh ruas

Demi mendorong kelancaran pembangunan jalan tol, Kementerian PUPR juga akan meningkatkan pendanaan dari investor sektor swasta melalui pelelangan tujuh ruas tol pada tahun ini.

Total nilai investasi dari tujuh ruas jalan tol tersebut mencapai Rp151,13 triliun.

Adapun tujuh ruas jalan tol yang akan dilelang antara lain Jalan Tol Semanan-Balaraja (31,9 km), Kamal-Teluknaga-Rajeg (38,9 km), akses menuju Pelabuhan Patimbang (37,3 km), dan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (184 km).

Selanjutnya, Yogyakarta-Bawen (77 km), Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo (91,93 km, dan Balikpapan-Penajam Paser Utara (7,35 km).

Dari ketujuh ruas ini, jalan tol Balikpapan-Penajam Utara sudah dilakukan pelelangan dengan metode lelang hak menyamakan penawaran (right to match) pada PT Tol Teluk Balikpapan. Sementara, enam lainnya masih dalam tahap finalisasi desain.

“Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan infrastruktur, terutama jalan tol demi ketepatan waktu penyelesaiannya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar RP623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp2.058 triliun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR