74 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Senjakala dukun beranak

Pahlawan persalinan.
Pahlawan persalinan. | Lokadata /Lokadata

Melek medis | Sempat menjadi pahlawan persalinan, pamor dukun beranak tak lagi sama. Hampir dua dekade terakhir, masyarakat mulai melek medis untuk urusan persalinan. Pamor dukun beranak pun terjun bebas.

Tercatat, persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan meningkat lebih dari 50 persen. Dari 38,5 persen pada 1992 menjadi 87,1 persen pada 2014. Pada waktu yang sama, World Bank mencatat rasio kematian bayi di Indonesia turun dari 57 jiwa menjadi 23,7 jiwa per 1.000 bayi lahir.

Namun, kita belum bisa bernapas lega. Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan beberapa negara ASEAN lain. Walaupun angka kematian bayi terus turun, angka kematian bayi di Indonesia masih lebih tinggi dari Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Pemerintah mesti berjibaku menyelesaikan masalah kematian bayi di tanah air--yang tidak hanya jadi parameter kesehatan anak tetapi juga kondisi sosial ekonomi negara.

Pemerintah dihadapkan dengan masalah proporsi jumlah tenaga kesehatan persalinan yang jauh dari kata “sehat”. Diketahui, satu orang tenaga medis harus melayani ratusan hingga ribuan pasien, baik di kota metropolitan maupun rural. Bukan tidak mungkin, penyelesaian masalah ini butuh waktu tidak sebentar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR