Sepasang patung Ondel-ondel jadi saksi kekerasan di Kemayoran

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan (tengah) bersama Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (kanan) memberikan keterangan saat rilis hasil operasi cipta kondisi terkait geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6).
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan (tengah) bersama Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (kanan) memberikan keterangan saat rilis hasil operasi cipta kondisi terkait geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6).
© Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Sepasang patung Ondel-ondel yang berdiri di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran Jakarta Pusat menjadi saksi terjadinya dua peristiwa kekerasan pada Sabtu dan Minggu (18/6/2017). Dua peristiwa itu mengakibatkan dua orang meninggal dan satu anggota TNI terluka.

Peristiwa pertama terjadi pukul 23.47 WIB, Sabtu (17/6/2017) malam. Sekelompok pemuda yang tengah melakukan sahur on the road terlibat penyerangan terhadap anggota TNI Angkatan Darat, Prada Ananda.

Mulanya, sekitar 15 orang peserta sahur on the road lewat dan berteriak dengan kata kasar berdekatan dengan Prada yang tengah duduk-duduk di lokasi. Prada kemudian menghampiri dan menanyakan maksud perkataan kasar.

"Lalu dua orang peserta sahur on the road mengeluarkan celurit," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar, Suyudi Ario Seto.

Melihat celurit dikeluarkan, Prada Ananda bergerak menjauh. Namun pelaku terus mengejar dan melukai Prada Ananda.

Prada Ananda ditusuk dari belakang mengenai pinggang kiri dan terjatuh. Rekan Prada dan petugas polisi di Kemayoran menolong dan membawanya ke RS Hermina Kemayoran.

Selang sekitar tiga jam dari peristiwa penusukan, pada pukul 03.30 WIB, Minggu (18/6/2016) dini hari sekelompok orang dengan menggunakan motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah patung Ondel-ondel.

Kemudian kelompok tersebut bergerak lagi menuju ke arah Jalan H. Jiung. Tak lama kemudian ada penyerangan yang terjadi terhadap anak-anak muda yang sedang nongkrong di Gang Laler.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Suyudi mengatakan pelaku dalam kejadian penyerudukan mobil itu mengaku sebagai anggota TNI dan berkepala cepak. Mereka menyatakan tidak terima dengan rekannya yang ditusuk.

Kejadian yang melibatkan anggota TNI ini sedang diselidiki polisi militer TNI. "Masih diselidiki Denpom. Kepastiannya kita tunggu penyelidikan ya," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh melalui detikcom, Senin (19/62017).

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.