TRANSPORTASI UMUM

Setelah Transjakarta, kini KRL Bekasi-Jakarta PP gratis tiap Senin

Dua rangkaian gerbong KRL Commuter Line bersiap memasuki Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).
Dua rangkaian gerbong KRL Commuter Line bersiap memasuki Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019). | Arif Firmansyah /Antara Foto

Mulai hari ini, Senin (18/3/2019), PT Jasa Marga (Persero) menggandeng PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan program "Senin Diongkosin" bagi penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dari dan menuju Bekasi.

Program ini membuat penumpang KRL dari Bekasi bisa naik dengan gratis. Namun ada syarat hanya berlaku bagi pemilik Kartu Multi Trip (KMT).

Lalu penumpang harus mengisi saldo KMT minimal Rp20 ribu di loket stasiun setiap hari Senin. Setelah itu, penumpang akan mendapatkan bonus saldo (cashback) sebesar Rp10 ribu dari Jasa Marga, tapi tak berlaku kelipatannya.

Satu nomor KMT juga hanya bisa mendapatkan bonus tersebut satu kali setiap Senin. Program "Senin Diongkosin" --berasal dari dialek Betawi-- hanya berlaku di tiga stasiun kawasan Bekasi; Stasiun Kota Bekasi, Stasiun Kranji, dan Stasiun Cibitung. Program pun hanya berlangsung dalam waktu pukul 05.00-09.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Bonus saldo Rp10 ribu merupakan hasil penghitungan tarif yang berlaku untuk perjalanan pergi-pulang penumpang di tiga stasiun tersebut. Asumsinya, perjalanan terjauh Bekasi-Jakarta Kota senilai Rp5 ribu sekali jalan.

Jasa Marga merasa perlu menerapkan program ini menyusul kepadatan lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek yang membelah Bekasi. "Senin Diongkosin" diharapkan dapat memberi solusi bagi masyarakat dalam berkomuter sehari-hari.

"Ini bentuk kompensasi kami bagi mereka yang terimbas kemacetan di jalan tol selama berlangsungnya pekerjaan sejumlah proyek strategis nasional," kata Asisten Manajer Relasi Media Jasa Marga Irwansyah seperti dikutip Pikiran-Rakyat, Jumat (15/3).

"Senin Diongkosin" sebenarnya bukan program anyar. TransJakarta lebih dulu memberlakukan sejak Senin (12/3) hingga akhir April 2019 untuk pengguna Halte Summarecon Bekasi menuju Tanjung Priok dan Tosari.

"Progran 'Senin Diongkosin' yang diterapkan di Transjakarta sangat mendapat sambutan positif masyarakat. Khususnya yang terkena dampak kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek akibat pembangunan infrastruktur secara bersamaan. Jadi kita perluas ke pengguna KRL," jelas Dwimawan Heru Santoso selaku Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga kepada WartaKota, Minggu (17/3).

Bedanya, khusus di TransJakarta, ada petugas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan program ini dengan berjaga di gerbang otomatis di setiap halte. Petugas akan melayani penumpang dengan cara menempelkan kartu elektronik ke mesin di gerbang otomatis, sedangkan untuk KRL tidak ada petugas yang berjaga.

Kendati demikian, antusiasme masyarakat terhadap "Senin Diongkosin" mulai terlihat. Penumpang yang melakukan isi ulang saldo KMT meningkat pada Senin (18/3).

"Untuk top up-nya (meningkat). Kalau (jumlah) penumpangnya sih biasa aja. Yang biasanya nggak ngisi (top up), jadi ikut ngisi," ujar Kepala Stasiun Bekasi Endarno dilansir detikcom, Kota Bekasi, Senin (18/3).

Menurut data Endarno, di Stasiun Bekasi sampai pukul 08.15 sudah ada 1.600 penumpang yang melakukan isi ulang saldo KMT. Padahal biasanya hingga pukul 09.00 WIB, angka isi ulang KMT hanya mencapai 1.200 orang.

Endarno juga menyampaikan bahwa jumlah penumpang di Stasiun Bekasi pada jam sibuk sekitar 3.000 orang, sedangkan pada hari lain hanya 2.500 orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR