E-COMMERCE

Shoppertainment jadi masa depan Lazada

Chief Executive Officer Lazada Group, Pierre Poignant, dalam acara Brand Future Forum di Singapura, Kamis (21/3/2019).
Chief Executive Officer Lazada Group, Pierre Poignant, dalam acara Brand Future Forum di Singapura, Kamis (21/3/2019). | Media Relation /Lazada

Berbelanja sembari menikmati hiburan. Setidaknya dua aktivitas tersebut yang diprediksi akan meramaikan tren perkembangan belanja daring (online) tahun ini.

Sejumlah perusahaan belanja daring (marketplace) akan lebih banyak menawarkan hiburan untuk melibatkan para pelanggan pada saat berbelanja, khususnya milenial. Tidak hanya menawarkan berbagai macam produk, marketplace juga akan semakin dilengkapi dengan keberadaan promo dan fitur interaktif yang mendukung milenial.

Setidaknya itu pandangan Chief Executive Officer Lazada Group, Pierre Poignant.

Di Asia Tenggara, kehadiran e-commerce melaju bak jamur pada musim hujan. Dengan suntikan modal jumbo dari investor kelas kakap, sejumlah perusahaan e-commerce semakin melebarkan sayap bisnisnya merambah pasar regional.

Ia mengakui kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan pasar potensial yang amat menarik untuk dieksplorasi. Tingkat laju pertumbuhan penduduk berusia muda menjadi salah satu daya tariknya.

"Pasar ini masih sangat muda. Ini akan menjadi tantangan sangat berat jika kita tidak tahu apa yang diinginkan oleh anak muda," ujar Pierre dalam acara Brand Future Forum yang diselenggarakan di Singapura, Kamis (21/3/2019).

Pierre mengatakan industri ritel digital tahun ini dan ke depannya akan menjadi lebih kompetitif dan responsif terhadap perubahan perilaku dan ekspektasi berbelanja konsumen. Oleh sebab itu, pengalaman pelanggan (customer experience) akan menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi konsumen dan bisnis.

Hal itu juga disepakati oleh Head of Content Marketing iPrice, Jeremy Chew. Konsultan digital itu mengatakan akan banyak inisiatif yang lebih inovatif dan kreatif dilakukan oleh beragam platform e-commerce untuk membuat para konsumen lebih bersemangat menyambut masa-masa promosi.

Menyadari pola dan kebiasaan belanja online konsumen yang terus berubah tersebut, tahun ini Lazada mengembangkan konsep "shoppentertainment" sebagai inovasi dalam merayakan ulang tahun ketujuh. Konsep ini memadukan ritel daring dan hiburan melalui kemampuan live streaming di dalam aplikasi.

Inovasi teknologi ini dapat menggiring engagement atau keterlibatan konsumen lebih tinggi. Konsumen pun dapat memberikan komentar, like, dan kirim emoticon seperti saat berselancar di media sosial.

Teknologi ini disokong penuh oleh infrastruktur dan ekosistem Alibaba, induk usaha Lazada. Konsep ini sudah dipakai Alibaba melalui Tmall saat acara Single’s Day di 2016 dan Taobao.

Presiden Lazada Group, Jing Yin, menegaskan kembali bahwa perusahaan akan fokus memperdalam hubungan dengan khalayak, terutama konsumen milenium yang lebih muda.

"Kami ingin tetap awet muda dan menjadi pelopor melalui keterlibatan dengan anak-anak muda. Begitulah ide-ide mendatang, mendeteksi tren dan memberdayakan penduduk muda suatu negara," kata Yin.

Ekspansi gudang

Lazada pun berencana membangun warehouse atau gudang barang di Thailand pada tahun ini. Luas dari fasilitas gudang ini rencananya mencapai 12 kali dari ukuran lapangan sepak bola.

Fasilitas ini menawarkan layanan penyimpanan dan pengiriman barang yang cepat untuk lintas negara (cross-border). Sebab, Lazada menetapkan batas waktu pengiriman maksimal 72 jam.

Langkah ini ditempuh karena Lazada menyadari bahwa logistik masih menjadi tantangan di Asia Tenggara. "Kami akan membuatnya dari jaringan logistik Alibaba," kata dia.

Saat ini, Lazada memiliki 30 gudang di enam negara yang menjadi cakupan --yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Lazada sempat melayani pengiriman lebih dari 1 juta paket di seluruh Asia Tenggara dalam satu hari pada 2018.

Untuk menghadapi lonjakan permintaan, Lazada pun bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra logistik. Lazada juga menyewa tiga pesawat untuk mengirim lebih dari 200 ton paket dari penjual lintas negara (cross-border), terutama pada musim liburan.

Tahun lalu Lazada mencatat penjualan produk antarnegara di Asia Tenggara melalui platform-nya tumbuh 4,6 kali lipat atau 460 persen sejak 2016.

Setidaknya ada lima pasar teratas dari penjualan lintas negara di Lazada --yakni Tiongkok, Hong Kong, Korea, Amerika Serikat, dan Eropa. Sementara produk yang paling banyak dibeli adalah busana wanita, peralatan rumah dan tempat tinggal, serta fashion anak-anak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR