KEBEBASAN BERAGAMA

Siapakah yang lebih pas dalam daftar mubalig?

| Antyo / Salni Setyadi / Beritagar.id

SENARAI | Daftar 200 mubalig dan penceramah yang direkomendasikan Kementerian Agama memancing pro dan kontra. Padahal daftar itu belum tuntas, karena masih akan diperbarui. Bagi Ketua PBNU K.H. Said Aqil Siraj, "Barangkali tujuannya bagus, tetapi saya tidak sependapat."

Said lebih suka jika daftar itu memuat nama-nama yang dilarang. Ia ibaratkan daftar makanan. Jika memuat yang halal, akan panjang daftarnya -- "Bisa habis tintanya". Tapi kalau daftar yang tak boleh dimakan, "Hanya sedikit, ada 13 item."

Sedangkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D., berpendapat, "Jangan diartikan daftar itu sebagai seleksi, melainkan sebagai inventarisasi." Untuk memutakhirkan data, Kemenag dapat meminta bantuan perwakilan daerah.

Bagi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, "Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik." Jika ada mubalig yang tak nyaman, karena namanya masuk dalam daftar, Lukman minta maaf.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR