Sinabung aktif erupsi, relokasi jadi solusi

Warga mengendarai sepeda motor, saat terjadi guguran kubah lava disertai awan panas di Karo, Sumatera Utara, Selasa (16/6).
Warga mengendarai sepeda motor, saat terjadi guguran kubah lava disertai awan panas di Karo, Sumatera Utara, Selasa (16/6). | Rony Muharrman/Ant

Gunung Sinabung, di Kabupapten Karo, Sumatera Utara, sempat tertidur selama 400 tahun. Aktif kembali pada 3 September 2010, sejak itu ia terus aktif. Warga harus bolak-balik pengungsian, tergantung pada status gunung yang naik-turun.

Pemerintah pun akan melakukan lagi upaya relokasi 2.053 kepala keluarga (KK), di sekitar Gunung Sinabung. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, Senin (6/7/2015).

"Pemerintah akan membangun hunian tetap atau tempat evakuasi akhir seperti yang ada di Gunung Merapi," kata Sutopo, saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta.

CNN Indonesia, Senin 6 Juli 2015

Rencana relokasi ini juga selaras dengan hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Dalam rapat itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya menginginkan ada solusi permanen dalam penanganan korban erupsi Gunung Sinabung.

Presiden Jokowi juga mengaku mendapat informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa Sinabung akan aktif selama kurang lebih lima tahun ke depan.

"Erupsi Sinabung beberapa hari ini mulai lagi, dan info yang saya terima, memperkirakan meski tidak terlampau besar, erupsi Sinabung berlangsung lima tahun," kata Presiden Jokowi.

OkeZone, Kamis 2 Juli 2015

Sebelumnya, relokasi juga telah dicanangkan saat Jokowi mengunjungi pengungsi Gunung Sinabung (Oktober 2014). Namun saat itu jumlahnya belum sebesar sekarang --masih 1.018 KK.

"Saya terakhir ke sana, masalah relokasi lahan sudah dieksekusi. Pembangunan rumah juga sampai hari ini, dari 370 sudah selesai 130," ujar Jokowi, saat membuka ratas di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

CNN Indonesia, Kamis 27 Juli 2015

Masalah relokasi juga pernah disinggung akun Twitter @Sutopo_BNPB --yang dikenal publik milik Sutopo. Jumat (26/6), @Sutopo_BNPB menyampaikan rencana penanganan pengungsi Gunung Sinabung dalam 15 seri kicauan.

Akun dengan lebih dari 9.200 pengikut itu antara lain menyebut tiga hal penting dalam penanganan pengungsi Gunung Sinabung.

5) Ada 3 hal yg harus ditangani di Sinabung. Pertama: pemenuhan kebutuhan dasar bagi 10.184 jiwa (3.030 KK) pengungsi di 10 pos pengungsian.

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) June 26, 2015

6) Kedua, relokasi bagi 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa yang dilarang untuk ditempati. Mereka saat ini tinggal di hunian sementara.

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) June 26, 2015

13) Ketiga adalah penanganan dampak erupsi G. Sinabung yang non relokasi. Mereka tidak perlu relokasi tapi saat terdampak langsung erupsi.

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) June 26, 2015

14) Masyarakat tidak dapat melakukan budidaya pertanian dan perkebunan karena rusak akibat debu erupsi. Beberapa fasum dan fasos juga rusak.

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) June 26, 2015

@Sutopo_BNPB juga menjelaskan bahwa proses relokasi (pembanguan) sudah berjalan. Namun masih menemukan sejumlah masalah, seperti sulitnya mencari lahan kosong untuk dibangun pemukiman.

Ia pun menyinggung pentingnya payung hukum yang bisa mendorong percepatan penanganan erupsi Gunung Sinabung. Versi lengkap kicauan @Sutopo_BNPB bisa disimak di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR