BURUH MIGRAN

Singapura bekukan agen yang pasang iklan penjualan ART daring

Foto ilustrasi tenaga kerja migran yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia memperlihatkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) di Pelabuhan Pelindo I Dumai di kota Dumai, Dumai, Riau, Kamis (13/9/2018).
Foto ilustrasi tenaga kerja migran yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia memperlihatkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) di Pelabuhan Pelindo I Dumai di kota Dumai, Dumai, Riau, Kamis (13/9/2018). | Aswaddy Hamid /Antara Foto

Kementerian Tenaga Kerja Singapura membekukan izin agen tenaga kerja yang memasang iklan “penjualan” asisten rumah tangga (ART) Indonesia melalui situs niaga Carousell.

Pemerintah Singapura pun menyelidiki agen bernama SRC Recruitment LLP itu atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Agen Tenaga Kerja.

Straits Times menulis, Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyatakan, agensi SRC Recruitment merupakan lembaga yang memasang iklan "penjualan" asisten alias pembantu rumah tangga secara daring.

Dalam unggahan di Facebook, Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo turut mengutuk tindakan agensi SRC Recruitment.

"Saya sangat terganggu oleh iklan yang memasarkan pekerja rumah tangga asing di pemasaran online, Carousell," tulisnya. "Bagi kami, ART merupakan bagian dari keluarga."

Kasus ini berawal dari kemunculan katalog perempuan dengan nama "Indonesian Maid/ART asal Indonesia" pada situs jual beli Carousell. Katalog itu diunggah akun @maid.recruitment yang menyertakan alamat asal di Singapura dan terverifikasi pada 15 Agustus 2018.

Dari beberapa gambar yang diambil, terlihat foto-foto perempuan dengan label "Indonesian Maid-Fresh" (belum berpengalaman) dan ada beberapa lainnya “Indonesian Maid-Ex Abroad” (sudah berpengalaman).

Pada tiap profilnya diberi keterangan usia berikut status pernikahan. Tidak ada harga yang dicantumkan pada foto-foto tersebut. Pada beberapa foto sudah disematkan label "Sold" alias terjual.

Iklan penjualan ART itu akhirnya dihapus dari Carousell. Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyatakan telah mengetahui keberadaan iklan pembantu rumah tangga di situs Carousell pada 14 September lalu.

Mereka lalu mengunggah pesan di Facebook yang memperingatkan semua agen tenaga kerja bahwa tindakan semacam itu dilarang. Carousell juga diberi tahu untuk mencabut iklan tersebut.

Komisaris Agen Tenaga Kerja Singapura, Kevin Teoh mengatakan sangat mengutuk iklan layanan PRT asing dengan cara yang tidak bermartabat. "Iklan ART asing di platform internet yang berarti untuk perdagangan barang benar-benar tidak pantas dan tidak dapat diterima," kata Kevin.

Dengan pembekuan izin itu, SRC tak bisa lagi menyalurkan tenaga kerja di Singapura. Pembekuan izin itu akan terus berlaku selama proses penyelidikan berlangsung.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan, pemerintah Indonesia menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Nota diplomatik sudah dilayangkan kepada Kementerian Luar Negeri Singapura.

"Mereka sudah melakukan investigasi. Kedua, hari ini Kedutaan kita menyampaikan nota diplomatik kepada Kemenlu Singapura meminta perhatian sekaligus juga meminta perhatian supaya ini tidak terulang lagi," kata Fachir melalui Antaranews.

Singapura merupakan negara tujuan penempatan TKI. Pada Januari-April 2018, ada 5,5 ribu tenaga kerja di Singapura. Penempatan terbesar berada di Malaysia, Hong Kong dan Taiwan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR