BIAYA HIDUP

Singapura masih jadi kota termahal di dunia

Singapura
Singapura | MOLPIX /Shutterstock

Untuk keenam kalinya, Singapura dinobatkan menjadi kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Predikat ini diberikan oleh Intelligence Unit The Economist melalui hasil survei Worldwide Cost of Living 2019.

Tak hanya itu, tahun ini untuk pertama kalinya dalam tiga dekade sejarahnya, The Economist Intelligence Unit memberikan predikat kota termahal kepada tiga kota sekaligus. Selain Singapura, ada juga Paris dan Hong Kong.

Dalam laporan tersebut, ada 400 individu di 133 kota di dunia yang didata soal biaya 160 jenis produk kebutuhan dan layanan. Misalnya harga makanan, minuman, tagihan listrik, sewa tempat tinggal, dan transportasi yang berbasis pada tahun 2018.

Worldwide Cost of Living 2019 menggunakan New York sebagai kota acuan untuk menentukan apakah harga barang-barang di kota yang disurvei mengalami kenaikan atau penurunan. Hal ini disebabkan oleh posisi dolar AS yang lebih kuat tahun lalu sehingga negara-negara lain pada umumnya menjadi lebih mahal secara global.

Indeks dasarnya adalah 100 yang berarti biaya hidup yang tinggi alias yang termahal. Kota-kota dalam kategori ini termasuk Singapura, Hong Kong, dan Paris.

Sebagai contoh adalah jasa potong rambut untuk perempuan. Rata-rata perempuan di Singapura mengeluarkan biaya mencapai $96,1 AS atau sekitar Rp1,3 juta. Sedangkan di Paris sebesar $119,04 AS atau sekitar Rp1,7 juta, dan di Hong Kong sebesar $12,10 AS atau sekitar Rp1,6 juta.

Dari sana didapatkan bahwa biaya hidup di Singapura, Paris, dan Hong Kong tujuh persen lebih tinggi daripada di New York. Hal ini juga yang membuat Singapura bertahan di posisi nomor satu sejak lima tahun lalu.

Lalu Paris yang masuk dalam kategori kota termahal di dunia sejak 2003 juga diakui "sangat mahal" bagi para penduduknya.

Dibandingkan kota-kota lain di Eropa, hanya harga minuman keras dan tembakau yang menawarkan harga sesuai nilainya. Selebihnya lebih mahal atau jauh lebih mahal.

Sementara itu, Tel Aviv di Israel yang berada di peringkat 28 pada lima tahun lalu, sekarang duduk bersama Los Angeles di urutan 10 kota termahal dalam survei. Kenaikan biaya itu disebabkan kian tingginya harga untuk membeli, mengasuransikan, dan memelihara mobil di Tel Aviv.

Sepuluh besar kota termahal tahun ini mayoritas terbagi antara Asia dan Eropa. Singapura adalah satu-satunya kota yang mempertahankan peringkatnya dari 2018.

Berikut adalah nama-nama kota yang dinobatkan sebagai 10 yang berbiaya hidup tertinggi di dunia:

1. Singapura, Paris, dan Hong Kong
4. Zurich
5. Geneva dan Osaka
7. Seoul, Copenhagen, dan New York
10. Tel Aviv dan Los Angeles.

Kota dengan biaya terendah

Tak hanya kota dengan biaya hidup tertinggi, Worldwide Cost of Living 2019 juga menentukan biaya hidup terendah di seluruh dunia. Catat, biaya hidup rendah tak sama artinya bahwa kota-kota ini layak untuk ditinggali.

Misalnya saja di Caracas, Venezuela, yang biaya hidupnya merosot drastis karena adanya kehancuran pada mata uangnya, tingginya tingkat subsidi pemerintah, dan kesalahan harga pasar. Caracas mengalami hiperinflasi hingga 1.000.000 persen tahun lalu sehingga indeks dasarnya berada di angka 15.

Harga roti yang semula $2,25 AS pada tahun 2017, merosot jadi $0,77 AS pada 2018 atau setara dengan Rp11 ribu.

Sementara kota Bangalore dan Karachi di Pakistan serta Lagos di Nigeria berperingkat rendah karena biaya hidupnya berada jauh di bawah New York atau kota-kota lain yang serupa, tapi masih layak untuk ditinggali.

Sementara itu, kota-kota di Argentina, Brasil, Turki, dan Venezuela jatuh dalam peringkat karena gejolak ekonomi, pelemahan mata uang, atau penurunan harga lokal.

Bagaimana dengan Indonesia. Tak ada data kota di Indonesia yang masuk dalam daftar paling mahal atau paling murah dari hasil survei tersebut.

Berikut adalah kota-kota dengan biaya terendah di dunia:

133. Caracas

132. Damascus

131. Tashkent

130. Almaty

129. Bangalore

128. Karachi dan Lagos

126. Buenos Aires dan Chennai

124. New Delhi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR