ATURAN LALU LINTAS

Sistem ganjil-genap di Jakarta berubah, lanjut sampai Oktober

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berplat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, saat hari bertanggap ganjil pada Rabu (1/8/2018).
Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berplat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, saat hari bertanggap ganjil pada Rabu (1/8/2018). | Hafidz Mubarak A. /Antara Foto

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memutuskan bahwa peraturan lanlu lintas bernomor polisi ganjil genap bagi mobil pribadi akan diperpanjang selepas Asian Games 2018. Sosialisasinya pun dimulai pada hari ini, Sabtu (1/9/2018).

Menurut rencana, penerapan perpanjangan aturan ganjil-genap baru akan berakhir bersamaan dengan usainya Asian Paralympics Games (Paragames) pada 13 Oktober 2018. Asian Paragames akan digelar di Jakarta mulai 6 Oktober 2018.

"Kebijakan kami adalah Pemprov DKI akan meneruskan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap sampai dengan selesainya Asian Paralympics Games tanggal 13 Oktober," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (31/8).

Jadi, penerapan aturan ganjil-genap tak akan dihentikan meski Asian Paragames baru dimulai pada 6 Oktober 2018. Ini untuk mempermudah pengelolaan lalu lintas dan menjaga kebiasaan yang telah dibangun selama Asian Games berlangsung. Apalagi, kini pola berkendara masyarakat dianggap sudah terbentuk.

Aturan ganjil-genap pun akan tetap sama seperti selama Asian Games, yakni mulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB atau selama 15 jam. Namun, beberapa rute yang sempat terkena aturan itu akan dihapus.

Misalnya Jalan Metro Pondok Indah di Jakarta Selatan dan Jalan Benyamin Sueb di Jakarta Pusat. Maklum, kedua jalan tersebut tak masuk dalam rute arena Asian Paragames.

Selain wilayah, jumlah hari pun dipangkas. Saat ini aturan ganjil-genap berlaku dari Senin hingga Minggu, tapi nanti aturan tersebut hanya akan berlaku pada Senin-Jumat.

Ada pula kebijakan baru yang berhubungan dengan jalan tol. Aturan ganjil-genap tidak akan berlaku jika mobil bergerak dari persimpangan sampai dengan pintu masuk tol dan dari pintu keluar tol sampai dengan persimpangan pertama.

"Di situ tidak diterapkan ganjil genap. Supaya para pengguna tol bisa keluar dan masuk dengan leluasa. Karena kalau tidak, kasihan sekali," kata Anies dikutip Viva.

Namun, jika pintu masuk tol berada di persimpangan, pengendara harus mengikuti aturan ganjil-genap karena di situ sudah berlaku.

Dishub DKI optimistis warga akan menyambut baik keputusan terbaru. Apalagi survei mereka menunjukkan sistem ini begitu efektif. Hasil survei itu yang menjadi dasar keputusan untuk meneruskan ganjil-genap hingga Asian Paragames 2018.

Feketivitas yang dimaksud antara lain meningkatnya kecepatan rata-rata laju kendaraan di ruas jalan yang terkana aturan ini hingga 37 persen. Kemudian angka fatalitas kecelakaan juga turun 20 persen, lantas pelanggaran ganjil-genap juga turun 10 persen.

Belum lagi peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum.

"...peningkatkan jumlah penumpang Transjakarta sebesar 40 persen, penumpang PPD 29 persen dan bus Sinar Jaya 6 persen," ujar Kepala Dishub DKI Andri Yansyah kepada Berita Jakarta (h/t Liputan6.com), Sabtu (1/9).

Andri juga mengungkapkan, secara tidak langsung penerapan ganjil genap telah meningkatkan kualitas udara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Andri menegaskan sosialisasi sudah memadai. Namun, Dishub akan tetap memasang pamflet pemberitahuan agar masyarakat tetap paham bahwa sistem ganjil-genap masih berlaku hingga Asian Paragames 2018.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf berharap kebijakan perluasan aturan ganjil-genap di Ibu Kota dapat menjadi aturan permanen. Namun, Anies berkomentar bahwa perpanjangan ganjil-genap merupakan kebijakan jangka pendek sehingga tak perlu spekulasi permanen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR