PEMBUNUHAN KIM JONG-NAM

Siti Aisyah akhirnya bebas dari dakwaan

Siti Aisyah saat meninggalkan Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Malaysia, Senin (11/3/2019).
Siti Aisyah saat meninggalkan Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Malaysia, Senin (11/3/2019). | STR /EPA-EFE

Siti Aisyah (27), warga negara Indonesia (WNI) yang dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan saudara tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, akhirnya dibebaskan per Senin (11/3/2019).

"Perasaan saya sangat bahagia, enggak nyangka hari ini hari kebebasan saya," ucap Aisyah kepada BBC Indonesia.

Kasus Aisyah berawal dari kematian Kim Jong-nam di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) pada Senin, 13 Februari 2017. Jong-nam tewas saat bersiap menaiki pesawat ke Makau, Tiongkok.

Jong-nam tewas tak lama setelah menjadi sasaran aksi berkedok program reality show untuk mengerjai seseorang (prank ) untuk televisi. Aksi itu adalah menyemprot wajah Jong-nam dengan cairan yang belakangan diketahui racun maut tetrodotoxin (TTX).

Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), Aisyah dan Doan Thi Huong --perempuan asal Vietnam-- dicurigai sebagai pembunuhnya. Mereka ditangkap pada Kamis, 16 Februari 2019.

Setelah melewati beberapa kali persidangan, hakim menyetujui permintaan dari jaksa untuk membatalkan dakwaan pembunuhan. "Siti Aisyah dibebaskan," kata hakim Azmin Ariffin kepada Pengadilan Tinggi Shah Alam, seperti dikutip Kompas.com, Senin (11/3).

"Dia bisa pergi sekarang," lanjutnya. Jaksa Muhammad Iskandar Ahmad tak menjelaskan secara detail alasannya untuk mencabut dakwaan.

Sementara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan Aisyah dibebaskan karena tak cukup bukti.

"Inikan faktanya bahwa jaksa menghentikan tuntutannya dan yang tahu alasan penghentian ya jaksa penuntut. Ini sepenuhnya hak jaksa penuntut, namun sejak awal pengacara SA telah menyampaikan tidak ada bukti yang cukup untuk menjatuhkan hukuman pada SA," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam wawancaranya dengan Tempo.co, Senin (11/3).

Hal serupa juga disampaikan oleh Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI dari Kemenlu RI. Lalu mengatakan pengacara Aisyah tidak hanya meminta sidang dihentikan, tapi kliennya dibebaskan penuh.

"Namun Hakim memutuskan 'Discharge Not Amounting to Acquital' (tuntutan dihentikan dan Siti Aisyah bebas). KBRI langsung membawa SA ke KBRI. Segera setelah administrasi pemulangan selesai, SA akan dipulangkan," sebut Lalu.

Detikcom melaporkan Aisyah bakal tiba di Tanah Air hari ini. Sementara Thi Huong, terdakwa asal Vietnam, masih harus menghadapi sidang agenda pembelaan.

Aisyah sudah menjalani beberapa kali persidangan. Salah satu yang terpenting adalah saat pembacaan dakwaan yang membuatnya terjerat Seksyen 302 dan 304 Kanun Keseksaan atau pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Dakwaan menyebut, pada 13 Februari 2017, Siti Aisyah bersama lima orang lainnya telah melakukan pembunuhan berencana atas Kim Jong-nam (dengan paspor Korea Utara bernomor 836410070) pada sekitar pukul 09.00 pagi di KLIA 2, Malaysia.

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan Aisyah, meski pemerintah Malaysia berkeras tak ingin ada intervensi oleh siapapun.

"Upaya ini sebelumnya juga selalu diangkat dalam setiap pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia, baik pada tingkat Presiden, Wakil Presiden maupun pertemuan reguler Menteri Luar Negeri dan para Menteri lainnya dengan mitra Malaysia," jelas Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, seperti dikutip Warta Ekonomi, Senin (11/3).

Ada dua pertemuan yang paling signifikan dalam upaya pembebasan Aisyah ini. Pertama; pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Juni 2018 di Bogor dan kedua; pertemuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR