Siti Aisyah diadili Oktober, 40 saksi akan dihadirkan

Siti Aisyah saat keluar dari Pengadilan Tingkat Rendah Sepang, Malaysia.
Siti Aisyah saat keluar dari Pengadilan Tingkat Rendah Sepang, Malaysia. | Fazry Ismail /EPA

Masih ingat dengan Siti Aisyah, tenaga kerja wanita asal Serang yang dituduh membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam?

Berkas pemeriksaan atas dirinya yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) disebut telah selesai. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga telah melengkapi 74 dokumen yang disyaratkan oleh Pengadilan Tingkat Rendah, Mahkamah Sepang, pada Jumat (28/7/2017).

Dengan sudah lengkapnya persyaratan tersebut, Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia menyatakan siap menggelar sidang perdana kasus ini pada 2 Oktober 2017.

Siti Aisyah (25) tidak akan disidangkan sendiri. Bersamanya akan turut satu tersangka wanita lainnya asal Vietnam, Doan Thi Huong (28), yang juga menghadapi tuduhan serupa.

"Kedua perkara akan diadili bersama, dengan permohonan yang diajukan pada sidang pertama," sebut Hakim Azmi Ariffin, Hakim Ketua Pengadilan Tinggi Shah Alam, dalam lansiran Reuters, Jumat (28/7/2017).

Pengadilan ditargetkan selesai dalam jangka waktu dua bulan. Jika terbukti bersalah, kedua tersangka ini bisa dikenakan hukuman mati.

Jaksa Muhammad Iskandar Ahmad mengatakan bahwa JPU telah diberi 33 dokumen dan rekaman kamera pengawas (CCTV) oleh pengacara pembela, dan akan memanggil antara 30 hingga 40 saksi, tergantung pada kemajuan persidangan.

"Setelah melihat rekaman CCTV, saya harap hakim akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana situasi yang terjadi," ucap Soon Seng dari Gooi&Azura, pengacara Siti Aisyah yang ditunjuk oleh Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong didakwa melakukan pembunuhan terhadap saudara tiri Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari 2017.

Pembunuhan dilakukan dengan mengolesi wajah korban menggunakan bahan kimia VX melalui modus kelakar dalam sebuah acara televisi. Racun maut VX ini termasuk dalam senjata pemusnah massal yang produksinya sudah dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1993.

Racun ini sangat berbahaya, karena begitu terkena di kulit saja, maka racun ini mampu mematikan syaraf-syaraf yang ada dalam tubuh hanya dalam waktu 30 menit.

Selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, sebenarnya masih ada empat tersangka lainnya yang ditetapkan oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Keempat tersangka yang berkewarganegaraan Korea Utara tersebut kini menjadi buron.

Menghilangnya keempat tersangka tadi menjadi salah satu penyebab panasnya hubungan Malaysia-Korea Utara. Beberapa laporan intel Amerika Serikat dan Korea Selatan menyebut bahwa pembunuhan Kim Jong-nam ini hanyalah konspirasi yang sengaja dilakukan oleh Kim Jong-un.

Ujungnya, Malaysia mengusir Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol, pada Maret 2017.

Lambatnya penangkapan tersangka lainnya juga yang membuat kecurigaan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong dikorbankan menjadi menguat.

Aktivis buruh migran Migrant Care, Wahyu Susilo, yang selalu memantau persidangan atas Siti Aisyah di Malaysia dalam ANTARA mengungkapkan kecurigaannya atas upaya menjadikan perempuan asal Serang ini sebagai korban kejahatan politik tingkat tinggi.

Sebab pada perkembangannya, Sekretaris Kedua Kedutaan Korea Utara di Malaysia, Hyon Kwang-song (44), yang selama ini diduga sebagai otak pembunuhan telah dipulangkan ke Korea Utara bersama jasad Kim Jong-nam.

Selain Hyon Kwang-son, pada Februari lalu Malaysia juga melepaskan serta mendeportasi seorang warga Korea Utara, Ri Jong-chol. Ri Jong-chol menjadi salah satu dari 11 orang tersangka yang diumumkan pihak Malaysia.

Pembebasan atas Ri Jong-chol dilakukan karena Malaysia tidak memiliki bukti keterlibatan kuat pria ini. Dalam Reuters, Ri Jong-chol kemudian menyebut penahanan dirinya hanyalah plot untuk merusak kehormatan Republik Korea Utara.

Sementara, pemulangan jasad Kim Jong-nam oleh Malaysia diduga sebagai alat pertukaran sembilan warga negara Malaysia yang disandera Korea Utara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR