Siti Aisyah, si pelipat jaket dari Serang

Tangkapan layar dari akun Twitter @albertoallen atas gambar perempuan (berbaju kuning) yang diduga sebagai Siti Aisyah.
Tangkapan layar dari akun Twitter @albertoallen atas gambar perempuan (berbaju kuning) yang diduga sebagai Siti Aisyah. | @albertoallen/Twitter.com

Siti Aisyah, 25 tahun, berada dalam pusaran kasus pembunuhan seorang laki-laki di Malaysia yang dicurigai sebagai Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Perempuan asal Serang itu diringkus oleh kepolisian setempat sebagai tersangka dalam insiden yang diduga melibatkan enam orang.

Ketika ditangkap, Siti berstatus sebagai seorang pramuria di sebuah klub malam Kuala Lumpur. Ia sendiri telah tinggal di ibu kota Malaysia itu selama beberapa bulan.

Laman The Telegraph mewartakan bahwa Siti dan seorang tersangka lain, perempuan asal Vietnam dengan identitas paspor Doan Thi Huong, mengaku aksi di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur--lokasi pembunuhan--berhulu dari sebuah bujukan untuk mengerjai korban.

Selain mereka, empat tersangka lain--kali ini laki-laki--juga sudah diciduk.

Menurut media asal Inggris itu, Siti mengaku didekati oleh seorang pria misterius di klub tempatnya bekerja sebelum peristiwa berlangsung. Dalam perjumpaan itu, ia diiming-imingi bayaran USD100.

The Telegraph tidak bisa memverifikasi laporan yang menjadi dasar pengakuan dimaksud. Namun, media itu menulis Siti mengiyakan tawaran karena ia sedang butuh uang. Pun, ia mengaku tidak mengenal tersangka lain dan mengira mereka awak produksi acara komedi televisi.

Laporan mengenai pengakuan Siti itu sejalan dengan cerita Doan kepada polisi bahwa ada yang memintanya memulas wajah korban dengan cairan beracun. Saat itu, Doan meyakini bahwa aksinya cuma bagian dari skenario usil.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia, dilansir BBC Indonesia, mengirim tim ke Selangor untuk memberi bantuan hukum bagi Siti.

Di lain pihak, Imigrasi Serang, Banten, tulis BBC Indonesia, mengatakan nama perempuan yang ramai dibicarakan tidak tercatat di dalam arsip mereka.

"Tak ada arsip tentang pembuatan paspor untuk nama itu dengan tanggal lahir itu di Kantor Imigrasi Serang. Tapi, paspor bisa juga dibuat di tempat lain, di mana saja," ujar Muhammad Sungeib dari Kantor Imigrasi Serang.

Paspor ternyata itu diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Kemungkinan, Siti mengurus paspor itu ketika tinggal di Tambora, Jakarta Barat.

Detikcom menulis bahwa Siti Aisyah pernah bekerja di sebuah perusahaan konfeksi milik Lian Kiong alias Akiong sebagai pelipat jaket hasil produksi di kawasan dimaksud.

Lalu, di belakang hari, ia menikah dengan putra sang juragan, Gunawan Hasyim alias Ajun, yang membantu ayahnya mengelola usaha itu.

Pasangan Siti dan Ajun lantas dikaruniai seorang anak sekitar 2009. Namun, beberapa bulan setelah kelahiran si buah hati, mereka hengkang ke Malaysia.

"Dulu pernah bekerja di Malaysia sama anak saya, enggak lama setelah si Neng (Siti) melahirkan, saya lupa berapa tahun mereka di sana," kata Akiong, 56 tahun, dikutip detikcom, Kamis (16/2).

Menurut Akiong, Siti dan Ajun mencari penghidupan di Malaysia karena bisnis konfeksinya mulai tidak berjalan baik.

"Saya bilang, kalian bekerja di sana. Uangnya kumpulin. Nanti balik lagi ke sini buat bikin usaha," ujarnya.

Selama keduanya berada di perantauan, anak Siti diasuh oleh orang tua Ajun.

Ajun pulang ke Jakarta sekitar dua tahun kemudian. Tanpa Siti. Menurut Akiong, anak dan mantunya bercerai karena yang disebut terakhir ketahuan berselingkuh. Setelah berstatus pisah itu, Siti tak lagi rutin menyambangi kediaman Akiong.

"Paling setahun sekali. Terakhir ke rumah saya itu Imlek kemarin, tanggal 28 Januari," kata Akiong kepada detikcom.

Pembunuhan pria Korea Utara yang diyakini sebagai Kim Jong-nam masih menjadi teka-teki. Berbagai spekulasi muncul soal motif pembunuhannya. Namun, tak sedikit yang percaya bahwa ia dibunuh atas perintah pemerintah Korea Utara.

Pasalnya, ia telah lama masuk daftar orang yang harus dihabisi. Karena itu, saat bepergian, ia acap kali memakai nama samaran.

Pada Senin(13/2), laki-laki yang pernah ketahuan memakai paspor palsu ketika akan memasuki Jepang pada 2001 akhirnya tewas ketika tengah berada di area pertokoan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. Eksekutornya diduga dua perempuan, dan Siti Aisyah disangka menjadi salah satunya.

BACA JUGA