PELECEHAN SEKSUAL

Skandal Harvey Weinstein mulai disidik polisi

Harvey Weinstein menghadiri acara Golden Globe di Hotel Beverly Hills di Los Angeles, Amerika Serikat (10/1/2016).
Harvey Weinstein menghadiri acara Golden Globe di Hotel Beverly Hills di Los Angeles, Amerika Serikat (10/1/2016). | Paul Buck /EPA

Kasus pelecehan yang dituduhkan kepada produser Harvey Weinstein mulai dibawa ke ranah hukum. Satu demi satu tuntutan pidana mulai mengancam pendiri rumah produksi Miramax dan The Weinstein Company (TWC) itu.

Sejak tulisan dari New Yorker dan New York Times muncul ke permukaan pada awal Oktober, belasan perempuan mengaku pernah dilecehkan oleh Weinstein. Terbaru, seorang aktris melapor ke polisi.

Dilansir Vanity Fair (19/10/2017), kepolisian Los Angeles (LAPD) mulai menginvestigasi kasus yang melibatkan Weinstein. Namun tidak ada detail yang disampaikan.

"Kasus ini sedang dalam proses penyidikan. Tidak ada informasi lagi untuk saat ini," ujar opsir LAPD Sal Ramirez kepada Deadline. Ramirez menambahkan bahwa Weinstein bisa dipenjara selama hampir 10 tahun jika terbukti bersalah.

10 tahun adalah batas hukuman untuk kejahatan seksual di negara bagian California, AS. Sebenarnya, jika kasus pelecehan terjadi setelah 1 Januari 2017, hukuman bisa lebih lama lagi, karena Gubernur Jerry Brown menandatangani sebuah undang-undang baru yang menyingkirkan batas hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

Namun kasus yang dilaporkan ke LAPD terjadi pada 2013 sehingga batas hukuman untuk Weinstein tetap 10 tahun.

Adapun pelapor adalah seorang aktris berkebangsaan Italia yang kini berusia 38 tahun. Identitasnya tidak disebutkan untuk melindungi ketiga anaknya. LA Times menyebutkan bahwa sang aktris cukup dikenal di Italia dan sempat menghiasi sampul majalah Vogue versi negeri Pizza.

Dalam laporannya selama dua jam kepada LAPD, si aktris mengungkap bahwa peristiwa terjadi pada Februari 2013 di sebuah hotel, setelah acara Los Angeles Italia Film, Fashion, and Art Fest ke-8.

Aktris Italia itu sempat menolak ketika Weinstein memintanya datang ke kamarnya. Namun pada tengah malam, tiba-tiba Weinstein datang ke lobi hotel si aktris dan memaksa masuk ke kamar dengan menarik rambut. Lantas, si produser membawanya ke kamar mandi dan memerkosa sang aktris.

Setelah kejadian itu, Weinstein bersikap seperti tak berdosa dan menyatakan bahwa mereka berdua mungkin akan bekerja sama dalam proyek film pada masa depan. Pria yang kini berusia 65 itu bahkan mengundang sang aktris ke sebuah pesta yang ia gelar.

David Ring, pengacara si aktris, menyatakan bahwa kliennya mengucapkan terima kasih kepada para wanita yang buka suara mengenai tindakan Weinstein.

"Mereka (para aktris yang mengaku jadi korban, red.) mungkin tak menyadarinya, tapi mereka memberi dukungan dan keberanian kepada klien saya agar Weinstein bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Ring.

Investigasi oleh LAPD ini terjadi tiga hari setelah pihak berwajib di New York dan London mengumumkan bahwa mereka menangani setidaknya lima tuduhan perkosaan yang dilakukan Weinstein. Lima kasus ini meliputi perbuatan pada kurun 1980 hingga 2015.

Salah seorang pelapor adalah model Ambra Battilana-Gutierrez (24 tahun) yang juga berasal dari Italia. Ia melaporkannya di New York yang tidak memiliki batas hukum terhadap kejahatan seksual.

Selain Gutierrez, pesohor Italia lainnya yang mengaku sebagai korban adalah aktris/sutradara Asia Argento (42), anak raja film zombie Dario Argento.

Daftar perempuan yang mengaku dilecehkan oleh Weinstein memang luar biasa masif. Di antara mereka ada nama-nama besar seperti Ashley Judd, Rose McGowan, Lupita Nyong'o, Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, Mira Sorvino, Heather Graham, Cara Delevingne, Kate Beckinsale, dan Lea Seydoux.

Dari kisah-kisah mereka yang sudah tersebar melalui berbagai media, modus Weinstein dalam melecehkan korbannya memiliki satu garis besar. Sang produser memanfaatkan kekuasaannya untuk bertemu dan mengajak para aktris muda untuk melayaninya. Sang aktris biasanya pendatang baru yang masih cari nama.

Selama nyaris empat puluh tahun, Harvey Weinstein merupakan salah satu orang paling berpengaruh di Hollywood.

Film-film yang diproduksinya lewat Miramax dan Weinstein Company adalah karya sinema kelas Oscar seperti Sex, Lies, and Videotape (1989), The Crying Game (1992), Pulp Fiction (1994), The English Patient (1996), Shakespeare in Love (1998), dan The King's Speech (2010).

Karena dugaan pelecehan ini, hanya dalam beberapa hari Weinstein segera dipecat dari perusahaan yang ia dirikan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR