PENJUALAN MOTOR

Skutik makin populer, motor bebek dan sport bertahan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kanan) melihat Honda PCX Electric didampingi Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma (kedua kanan), Marketing Director Thomas Wijaya (keempat kanan) dan  Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia Johannes Loman,(kanan) di stan Honda saat pembukaan  Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta, Kamis (31/10/2018).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kanan) melihat Honda PCX Electric didampingi Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma (kedua kanan), Marketing Director Thomas Wijaya (keempat kanan) dan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia Johannes Loman,(kanan) di stan Honda saat pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta, Kamis (31/10/2018). | Audy Alwi /ANTARA FOTO

Motor bebek dan sport punya pasar tersendiri. Meskipun popularitasnya menurun lantaran tren penjualan skutik kian menanjak, dua jenis motor itu tetap tidak kehilangan peminat.

Di tengah peningkatan pasar sepeda motor sepanjang kuartal pertama 2019, penjualan motor bebek dan sport justru mengalami penurunan lantaran terus tergerus pasar motor matik.

Namun, meredupnya popularitas tak menjadikan keduanya betul-betul kehilangan peminat, apalagi sampai ditarik dari pasaran.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik Bulan Februari 2019 meningkat 20,9 persen menjadi 531.824 unit, dari sebanyak 439.586 unit pada periode sama tahun 2018.

Jika dikalkulasikan dengan penjualan sepeda motor domestik per Januari 2019, angkanya bahkan menembus 1 juta unit lebih atau naik 19,4 persen dari periode sama tahun 2018 sebesar 922.123 unit.

Tren penjualan positif itu juga dibukukan setidaknya tiga agen pemegang merek (APM) sepanjang kuartal pertama 2019. Yakni PT Astra Honda Motor (AHM), PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dibanding periode sama tahun sebelumnya, SIS membukukan peningkatan penjualan di 4 bulan pertama 2019 dengan dominasi Suzuki Satria diikuti model skutik dan terakhir motor sport.

Lalu, meskipun pembukuan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mencatat jumlah penjualan per Januari hingga Maret 2019 sebetulnya tidak seimbang dan cenderung menurun bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, setidaknya itu mencapai 38.000 unit.

Menurut AISI, jumlah itu menempatkan Kawasaki di posisi ketiga peningkatan pangsa pasar (market share) sebesar 2 persen. Selebihnya, posisi pemimpin dipegang oleh Honda (77,1 persen), disusul Yamaha (19,3 persen), lalu Suzuki (1,6 persen) di peringkat empat, dan terakhir ditempati jenama TVS sebanyak 192 unit.

Secara menyeluruh, AHM memang mencatat pertumbuhan whole sales (penjualan ke diler) meningkat sebesar 13 persen. Dari 1,5 juta selama periode Januari-April 2018, menjadi lebih dari 1,7 juta selama periode sama 2019. Namun, berbeda dari Suzuki dan Kawasaki, penjualan model skutik masih dominan bagi Honda.

"Jadi selama 4 bulan awal 2019, kontribusi kami, matik 90 persen, bebek kurang lebih 5-6 persen, kemudian sport 5-6 persen," kata Direktur Marketing PT AHM Thomas Wijaya, Kamis (20/5).

Menilik catatan AISI, sejak Januari-November tahun 2017 dari seluruh segmen motor 150CC keluaran Honda, penjualan skutik memang bertahan paling tinggi. Bahkan terpaut sangat jauh dari model lain.

Sementara penjualan skutik New Vario Mencapai 439.605 unit, motor bebek yang didominasi Sonic 150 R cuma terjual 31,2 ribu unit. Menduduki peringkat kelima setelah tiga varian motor sport yang posisi teratasnya ditempati CB 150 R sebanyak 100.505 unit.

Padahal, papar Thomas, motor bebek di kuartal pertama 2018 berhasil terjual 7-8 persen. Dan bahkan motor yang akrab disebut model ayam jago ini sempat menunjukkan sedikit tren positif di tiga bulan pertama 2019.

Terkait pemicu penurunannya, Thomas mengungkapkan, mobilitas skutik masa kini seperti handling, performa dan keiritan, seluruhnya sudah serupa dengan motor bebek.

“Dari durability juga, mampu mengatasi tanjakan sama seperti bebek. Ya lebih kurang permintaannya tidak akan tumbuh,” ucap Thomas memprediksi pasar bebek yang bakal stagnan di angka 5-6 persen sampai akhir 2019.

Meski begitu, Thomas memastikan motor bebek tidak akan menghilang dari peredaran lantaran pasarnya masih eksis. Terutama di daerah.

“Pencinta bebek masih ada. Pasarnya banyak di Jawa, terutama Jawa Timur dan Jawa Barat. Kalau di Jakarta sudah mengecil,” terangnya.

Ia menyebut motor bebek masih dibutuhkan untuk penggunaan fungsional dan operasional, serta lebih andal di area dengan kondisi infrastruktur belum optimal seperti jalan tidak rata atau berlubang.

Begitu pula, kendati Chief Marketing Officer Wahana, Edi Setiawan menilai telah terjadi pergeseran tren dari motor sport ke skutik premium sehingga penjualannya cenderung menurun, Thomas berpendapat itu tidak akan menggerus keberadaan motor sport lantaran pasarnya lebih segmented.

Setuju, Michael Chandra Tanadhi, Head Sales and Promotion Division PT KMI, mengatakan segmen sport Kawasaki memperlihatkan sedikit penurunan lantaran faktor strategi penjualannya saja yang agak terlambat.

“KLX 230 saja baru kami luncurkan sekarang. Year to date (YTD) kita turun sekitar empat persen," jelasnya.

Berdasarkan pembukuan, Michael mengklaim model KLX masih menjadi penopang penjualan terbesar Kawasaki dengan kontribusi sekitar 60 persen atau mencapai 80 - 90 ribu per bulan. Selanjutnya disusul model cafe racer Kawasaki W175, dan Ninja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR