PILPRES 2019

Soal angka: 212, 99..., 11...

| Salni Setyadi /Beritagar.id

KEADILAN | Media bukan pemonopoli kebenaran. Pihak yang merasa dirugikan berhak marah dan protes – bahkan memperkarakan. Misalnya calon presiden Prabowo Subianto yang jengkel, menganggap sebagian koran cetak kurang proporsional dalam memberitakan Reuni Alumni 212 di Jakarta, 2 Desember lalu.

Lalu kemarin Prabowo gusar terhadap peliput. Salah satu sebab, "Hampir semua media tidak mau meliput sebelas juta lebih orang yang kumpul."

Di Twitter pernyataan itu mengundang tanggapan. Sebagian besar berupa gurauan. Menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, ada pihak tertentu yang memengaruhi media untuk bersikap tak obyektif terhadap Prabowo. Bahkan media memelintir pernyatan sang ketua umum.

Masih soal angka, Oktober lalu Prabowo dikutip menyatakan orang yang menikmati kekayaan Indonesia hanya satu persen. Sisanya? "Yang 99 persen mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit," katanya, dengan merujuk Bank Dunia.

Kemudian ekonom Bank Dunia Vivi Alatas membantah, "Itu bukan perhitungan kami, saya tidak tahu perhitungan siapa."

BACA JUGA