TRANSPORTASI UMUM

Sopir taksi daring wajib punya SIM A umum

Menhub Budi Karya Sumadi melakukan tes pengemudi dengan mesin uji simulator sebagai proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) A Umum di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (11/11).
Menhub Budi Karya Sumadi melakukan tes pengemudi dengan mesin uji simulator sebagai proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) A Umum di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (11/11). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Pengemudi taksi daring (online) harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A umum dalam menjalankan ketika melakukan tugasnya. Kewajiban memiliki SIM A umum itu mulai berlaku awal Februari 2018.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan SIM A umum yang merupakan persyaratan yang wajib dipatuhi oleh pengemudi taksi online maupun konvensional.

"Memiliki SIM merupakan wujud dalam menaati undang-undang dan menumbuhkan kesadaran dalam menjaga aspek keselamatan berlalu lintas kendaraan berdasarkan golongan dan kualifikasi yang dimiliki," ujar Budi Karya ketika meninjau Satuan Penyelenggara Administrasi SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (11/11/2017).

Menurut dia, SIM A umum perlu dimiliki sopir mengingat mobil pelat hitam para pengemudi transportasi online bukan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga kepentingan angkutan umum.

Aturan soal SIM A Umum sebelumnya dikritik para pengemudi taksi online. Mereka bahkan sampai menggelar aksi unjuk rasa. Para sopir merasa tidak perlu memiliki SIM A Umum. Sebab, mereka merasa mobil yang digunakan bukan mobil berpelat kuning, melainkan pelat hitam.

Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia meminta pemerintah memberikan kemudahan dalam proses pengurusan SIM A umum bagi pengemudi taksi online.

Ketentuan SIM A umum diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), SIM A umum berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor Umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kilogram.

Dari sisi kapasitas, SIM A dan SIM A Umum sama, tidak melebihi 3.500 kilogram. Bedanya, SIM A hanya berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan.

SIM A biasa dapat diperoleh oleh pengemudi berusia 17 tahun, sedangkan SIM A umum minimal usia 20 tahun.

Sama seperti SIM lain, pemohon SIM umum juga harus mengikuti rangkaian ujian tertulis dan praktik mengemudi, serta memenuhi persyaratan administratif.

Untuk peningkatan golongan dari SIM A biasa ke A Umum, pemohon dikenakan biaya Rp120 ribu. Sementara untuk perpanjangan SIM A Umum, pemohon dikenakan biaya Rp80 ribu. "Saya apresiasi Polri punya fasilitas yang baik sekali dan komprehensif" kata Budi Karya.

Keberadaan taksi daring di Indonesia masih mengundang polemik karena belum jelasnya payung hukum dan mendapat penolakan dari taksi konvensional. Di beberapa wilayah, taksi online beroperasi secara liar, tanpa pengaturan.

Pemerintah mengumumkan aturan baru soal taksi online yang merupakan revisi dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online.

Peraturan Menteri Perhubungan nomor 108 tahun 2017 itu mulai berlaku pada 1 November 2017 setelah Mahkamah Agung menganulir 18 pasal dalam versi awal peraturan yang dirilis pada 1 Juli 2017.

Beberapa poin yang ditekankan dalam aturan tersebut, antara lain argometer, tarif, wilayah operasi, kuota/perencanaan kebutuhan, persyaratan minimal 5 kendaraan, bukti kepemilikan kendaraan bermotor domisili tanda nomor kendaraan bermotor, sertifikat registrasi uji tipe (SRUT), dan peran aplikator.

"Dalam masa transisi, Kemenhub memberikan waktu 3 bulan sejak PM.108 Tahun 2017 diberlakukan pada 1 November 2017 untuk memberikan toleransi agar dalam waktu 1 -2 bulan, semua stakeholders wajib memenuhinya, sesuai dialog kesepakatan sebelum," kata Budi Karya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR