Spotify dapat suntikan dana untuk saingi Apple dan Google

Rihanna dalam layanan pengaliran musik berbayar, Spotify
Rihanna dalam layanan pengaliran musik berbayar, Spotify | /shutterstock.com

Layanan pengaliran musik berbayar, Spotify, menerima suntikan dana sebesar USD1 miliar (sekitar Rp13,3 triliun) untuk bisa menyaingi Apple, Tidal dan Google.

Diwartakan oleh the Wall Street Journal, tambahan dana itu berasal dari TPG -perusahaan ekuitas swasta-, Dragooner Investment Group, dan beberapa klien dari Goldman Sachs.

Salah satu keistimewaan dari suntikan dana ini adalah Spotify tetap diizinkan menambah sumber penghasilan lain tanpa mengurangi nilai valuasi awalnya. Tidak seperti ekuitas pada umumnya, di mana modal yang masuk mencerminkan bagian kepemilikannya.

Hal itu bertujuan untuk membangun perlindungan atas ancaman tumbuhnya persaingan bisnis dari Apple Music, serta memungkinkan Spotify lebih leluasa membuat strategi akuisisi, riset, dan juga pemasaran yang lebih baik.

Spotify juga terikat di bawah aturan-aturan yang sangat ketat dalam perjanjian keuangan ini. Di antaranya adalah Spotify harus membayar bunga tahunan dari utang yang dimulai dari 5 persen dan akan terus naik 1 persen pada tiap enam bulan hingga perusahaan ini melakukan penawaran saham perdana (IPO).

TPG dan Dragooner juga diperbolehkan untuk mencairkan bagian mereka 90 hari setelah Spotify melakukan IPO, atau menukarkan bagian mereka dengan saham yang nilainya sudah dikorting 20 persen.

Seorang sumber yang dekat dengan eksekutif Spotify mengungkapkan rencana IPO setidaknya akan dilakukan dalam dua tahun mendatang. Sebelum mendapatkan suntikan dana ini, Spotify memiliki USD600 juta dalam kas berjalannya. Saat ini Spotify memiliki valuasi sebesar USD8,5 miliar.

Dilansir recode.net, setidaknya ada dua skema yang akan dilakukan Spotify dengan uang yang baru diterimanya itu:

  1. Spotify, yang belum pernah sekalipun mencetak keuntungan, akan menyimpan dan mengolah uang ini dengan bijak sembari menunggu waktu IPO, atau
  2. Spotify akan menggunakan uang ini untuk mengakuisisi layanan pesaingnya seperti Pandora atau SoundCloud.

Pada 2014, perusahaan sempat mengalami kerugian operasional sebesar USD170,6 juta dan kerugian bersih sebesar USD169 juta.

Meski sempat mengalami kerugian besar, layanan ini juga tumbuh dengan pesat. Dilansir Financial Times, Spotify diestimasikan memiliki 75 juta pengguna dan 30 juta pengguna berbayar dibanding Apple Music yang memiliki 10 juta pengguna (walau hanya dalam enam bulan sejak peluncurannya).

Spotify juga terus berekspansi ke beberapa pasar potensial di sejumlah negara. Seperi halnya di Indonesia. Bekerja sama dengan operator Indosat Ooredoo, Spotify resmi mengalirkan layanannya di Tanah Air sejak Rabu (30/3/2016).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR