KESEHATAN

Stamina, bisa dijaga tak bisa dipaksa

Ilustrasi olahraga menjaga stamina.
Ilustrasi olahraga menjaga stamina. | Phat1978 /Shutterstock

Selebritas Nunung yang tertangkap karena penyalahgunaan narkoba mengaku menggunakan sabu untuk meningkatkan stamina.

Sejumlah pakar kesehatan sepakat stamina bisa ditingkatkan tapi tak bisa dipaksakan. Manakala paksaan itu muncul, hal-hal buruk akan menyertainya.

Penting untuk dipahami, produktivitas seseorang dalam sepekan biasanya mulai menurun setelah bekerja selama 35 jam. Tak heran jika saban Kamis, para pekerja tak sabar ingin mempercepat hari hingga Sabtu tiba.

Hanya segelintir orang yang bisa bekerja seolah tanpa henti dan tetap merasa sehat. Salah satunya, pengusaha ternama Gary Vaynerchuk. Ia bekerja hingga 18 jam dalam satu hari.

Masalahnya, kebanyakan orang tak seperti Gary. Tidak bisa terus-terusan bekerja dengan tingkat stamina sama.

Jika dicoba pun makin lama lelah terasa, dan ini bisa tercermin dari kualitas pekerjaan.

Stamina menggambarkan kemampuan seseorang mempertahankan aktivitas fisik dan mental. Dengan meningkatkan stamina, seseorang dengan stamina mental rendah bisa merasa lebih energik. Menyelesaikan tugas sehari-hari pun jadi lebih mudah.

Alih-alih memaksakan diri, apalagi dengan bantuan narkoba, ada banyak cara alami meningkatkan stamina.

Istirahat cukup

Pola tidur buruk akan mengganggu stamina, memicu penambahan berat badan juga meningkatkan tekanan darah.

Sebaliknya, istirahat cukup memberi sederet manfaat positif. Mulai dari ingatan lebih tajam, hingga kemampuan belajar dan pemecahan masalah yang makin baik.

Orang-orang sukses seperti Arianna Huffington dan Neil Patel adalah dua contoh yang mengandalkan tidur 8 sampai 9,25 jam setiap malam.

Pola makan sehat

Mudah dipahami, sulit mempraktikkannya. Inilah masalah klise pola makan sehat.

Pusat produktivitas seseorang ada pada otak. Walau besarnya hanya 2-3 persen total massa tubuh, otak membakar lebih dari 20 persen kalori yang dikonsumsi.

Studi menunjukkan, hubungan tak terpisahkan antara kalori yang dikonsumsi dan kemampuan otak untuk fokus dan berkonsentrasi jangka panjang.

Pola makan terbaik adalah yang rendah lemak, sarat sayur, dan buah-buahan. Sedangkan agar stamina bertahan lama, sepertiga dari asupan sebaiknya dari golongan karbohidrat jenis sehat seperti gandum.

Jenis makanan lain yang sebaiknya ada dalam menu sehari-hari antara lain ikan berminyak seperti mackerel atau salmon, teh hijau, oatmeal, dan kacang-kacangan.

Untuk minuman, kafein adalah stimulan. Ini bisa meningkatkan detak jantung dan memberi dorongan energi sementara.

Kafein ada dalam kebanyakan kopi, teh, dan minuman ringan. Untuk efek maksimal, konsumsi kafein sebaiknya dibatasi.

Sebab tubuh bisa jadi toleran terhadap kafein, membutuhkan jumlah yang terus meningkat untuk mencapai efek yang sama. Hindari gula atau lemak tambahan, seperti minuman ringan dan kopi instan.

Olahraga

Orang yang rutin berolahraga sering merasa lebih berenergi selama bekerja. Satu studi menunjukkan, rajin olahraga menyebabkan tingkat kelelahan terkait pekerjaan lebih rendah. Ini membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan seseorang.

Jadi, jaga stamina mental dan fisik dengan berolahraga secara teratur. Misal dengan berjalan-jalan atau berolahraga lebih intens sebelum atau setelah bekerja.

Anda tak butuh waktu lama. Seperti saran Kementerian Kesehatan, 150 menit sepekan berarti kira-kira 20 menit saja setiap hari.

Stamina membantu seseorang tetap fokus dan bersemangat melakukan pekerjaan sepanjang hari. Meningkatkan stamina biasanya memberi orang lebih banyak energi dan fokus. Pada akhirnya ini sering kali membuat orang merasa puas dan bahagia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR