FENOMENA URBAN

Staycation, melepas penat di dalam penginapan

Pengunjung menikmati pemandangan di sebuah hotel yang kini tingkat hunian atau okupansinya mulai meningkat di Malang, Jawa Timur, Senin (17/12/2018).
Pengunjung menikmati pemandangan di sebuah hotel yang kini tingkat hunian atau okupansinya mulai meningkat di Malang, Jawa Timur, Senin (17/12/2018). | Ari Bowo Sucipto /Antara Foto

Liburan menjadi satu cara untuk menghilangkan penat dari aktivitas keseharian. Belakangan, ada fenomena staycation --liburan yang melulu berada di dalam hotel.

Staycation dilakukan dengan pergi ke hotel, villa, atau penginapan lain --biasanya akhir pekan. Lokasinya tidak mesti di sarana akomodasi luar kota, tapi di dalam kota. Bahkan dengan menginap di dalam kota, seseorang bisa menghemat tenaga dan waktu.

Fenomena staycation, yang merupakan gabungan kata bahasa Inggris stay (tinggal) dan vacation (liburan), bermula sejak 2003 di Amerika Serikat (AS). Krisis keuangan membuat warga AS lebih senang bersantai di rumah atau di sekitar tempat tinggal pada akhir pekan.

Sementara di Indonesia, staycation diartikan sebagai kegiatan menghabiskan waktu di penginapan tertentu di dalam kota, termasuk menikmati berbagai fasilitas di dalamnya.

Firyal Balfast, seorang tenaga pemasaran agen properti daring, sering memberikan rekomendasi penginapan bintang satu hingga bintang lima di Jakarta atau kota lain melalui Twitter.

"Staycation itu liburan singkat untuk menghilangkan penat dari kegiatan sehari-hari dengan menikmati fasilitas, rekreasi lingkungan sekitar, atau bahkan cuma bersantai di penginapan aja," tuturnya saat dihubungi oleh Beritagar.id, pada Selasa (27/8/2019).

Menurut Firyal, kegiatan ini penting untuk dilakukan karena dapat menghilangkan penat dari kegiatan sehari-hari, tapi disesuaikan dengan bujet yang ada. Firyal mengaku sering melakukan staycation saat akhir pekan, termasuk di sekitar tempat kerjanya.

Dari kelas yoga hingga permainan Lego

Di Jakarta, sejumlah hotel pun menangkap fenomena ini sehingga mereka menyediakan paket khusus untuk akhir pekan (Jumat-Minggu). Misalnya hotel bintang empat Santika Premier Slipi, hotel bintang empat Aston Priority Simatupang & Conference Center, serta hotel bintang lima The Ritz-Cartlon Mega Kuningan.

Di Hotel Santika Premier, ada paket akhir pekan bernama Weekend Deals dengan harga Rp850 ribu per malam untuk dua orang dewasa dan dua anak.

"Target paket kami adalah keluarga, karena kalau bicara tentang demografi keluarga, mereka biasanya memiliki satu sampai dua anak, dan memanfaatkan renang sebagai aktivitas mereka," ujar Violla Andrea, Public Relation Manager Hotel Santika Premiere Slipi, pada Senin (26/8).

Dengan harga itu; pelanggan akan mendapatkan kamar tipe deluxe, menu sarapan, kelas yoga pada Sabtu, dan menikmati kolam renang. Pelanggan juga bisa menyantap makanan khas nusantara, makanan Asia, dan makanan barat di The Harmony Restaurant.

Sementara pada Agustus ini, Hotel Santika Premier menambahkan menu es krim dan cokelat gratis ke dalam paket Weekend Deal. Violla menambahkan data pengunjung hotelnya sejak bulan lalu kebanyakan keluarga asal Jabodetabek.

"Apalagi lokasi kami yang strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan dan beberapa tempat rekreasi," katanya.

Sedangkan Hotel Aston Priority Simatupang & Conference Center menyediakan paket yang cocok untuk staycation seperti Dine and Stay dan Eat and the City. Paket seharga Rp800 ribu per malam ini bisa dipilih setiap akhir pekan dan berlaku hingga 30 Desember 2019.

Fasilitasnya cukup lengkap dengan tambahan menu untuk makan siang atau makan malam. Menurut Paundra Hanutama, Marketing Communications Manager Hotel Aston Simatupang & Conference Center, target paket promosi ini adalah keluarga dan animonya cukup besar.

"Paket yang paling laku adalah Dine and Stay, mulai bulan April hingga sekarang sudah terjual sekitar 700 rooms, dan ini termasuk penjualan yang besar dibandingkan pada hari biasa yang terjual sekitar 100 rooms," kata Paundra pada Senin (26/8).

Adapun Hotel The Ritz-Cartlon Mega Kuningan menyediakan paket yang lebih unik, yakni Lego Staycation. Paket ini memang disediakan untuk anak-anak yang senang bermain Lego.

Dalam paketnya, tersedia pula fasilitas sarapan, Lego Sunday Brunch di Asia Restaurant, dan kegiatan khas anak-anak lainnya. Paket ini berharga Rp2.843.500 per malam dan hanya berlaku pada hari Sabtu hingga Minggu.

Bukan cuma hotel berkelas

Menurut Firyal, memilih hotel kelas atas untuk staycation jangan tanggung-tanggung. Misalnya seperti di Hotel Mulia, Kempinski, atau Pullman. Di sini, harga menginap per malamnya minimal Rp2,5 juta.

"Tapi layak, sumpah!," katanya untuk meyakinkan.

Meski begitu, lanjut Firyal, seseorang dengan bujet terbatas pun tidak perlu khawatir karena saat ini tersedia berbagai pilihan daring yang menyediakan rekomendasi hotel, apartemen, vila, atau bahkan rumah dengan harga relatif terjangkau.

"Gue biasanya pakai aplikasi AirBNB dan Agoda karena personally itu paling murah dan pilihanya nggak zonk," tutur Amanda, perempuan yang gemar berwisata kuliner dan staycation di Jakarta secara rutin kepada Beritagar.id, Rabu (28/8).

Amanda memberi contoh, penginapan bagus dengan harga miring dan mudah diakses terdapat di Meruya-Kembangan, Kemang, dan Menteng. Seluruhnya di Jakarta.

"Untuk harga beragam, kisaran Rp200 ribu sampai Rp500 ribu. Yang pasti semakin tinggi harga, kualitas juga semakin bagus," imbuh Amanda.

Ia pun menyarankan lokasi seperti townhouse dan apartemen cocok dipilih untuk staycation karena biasanya dekorasi lucu, tematik, modern, bersih, dan harganya lebih murah dari hotel berbintang.

"Kadang sebagai orang Jakarta, gue mikir liburan itu harus di luar ibu kota, harus ke tempat yang sejuk seperti Bogor atau Bandung. Padahal, di Jakarta banyak banget yang bisa kita explore buat melupakan panas, macet, dan polusi," ujar Amanda.

Ia pun menyarankan siapapun harus melakukan riset lebih dulu agar bisa mendapatkan penginapan yang tepat. Jangan lupa juga membuat rencana perjalanan (itinerary). "Hanya butuh sedikit riset dan keberanian," tegasnya.

Catatan redaksi: Ada kesalahan penulisan nama. Sebelumnya tertulis Paudra, seharusnya Paundra. Redaksi mohon maaf dan kesalahan sudah diperbaiki.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR