PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Steve Emmanuel dan pesohor yang terjerat narkoba pada 2018

Tersangka kasus narkoba Steve Emmanuel (tengah) dihadirkan saat gelar perkara di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018).
Tersangka kasus narkoba Steve Emmanuel (tengah) dihadirkan saat gelar perkara di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Satu lagi pesohor Indonesia terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Kali ini, pesinetron Steve Emmanuel yang ditangkap polisi pada Jumat (21/12/2018) di Kondominium Kintamani, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Polisi baru mengabarkan penangkapan aktor berusia 35 tahun itu dalam konferensi pers yang berlangsung Kamis (27/12).

Steve, dituturkan Antaranews, diciduk oleh Tim Khusus III Narkoba Kepolisian Resor Jakarta Barat.

Tim tersebut, menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, mengintai Steve setelah menerima laporan dari masyarakat bahwa ia diduga membawa barang mencurigakan saat pulang dari Belanda pada 11 September 2018.

Apartemen Steve lalu digeledah dan mereka menemukan narkoba jenis kokain yang disembunyikan di dalam toples. Argo menyatakan Steve sedang sendirian ketika penggeledahan dilakukan dan tidak melawan.

"Jadi Steve Emmanuel ini membeli langsung dari Belanda. Dia (Steve) mencoba menyelundupkan kokain ke Indonesia. Dia beli kokain ini di Belanda 100 gram. Kemudian sudah dihisap 8 gram selama tiga bulan ini, jadi sisa yang diamankan seberat 92,04 gram," tutur Argo, dinukil Wartakota (27/12).

Kepada polisi, Emmanuel mengaku telah 10 tahun menggunakan kokain untuk mendongkrak rasa percaya dirinya. Ia juga sempat menjelaskan caranya membawa barang haram tersebut.

Kokain yang dibawanya terlebih dahulu disimpan dalam botol plastik dan dimasukkan ke dalam kotak cokelat. Kotak cokelat ini lalu dililit dengan pakaian sebelum disimpan di dalam koper dan dibawa masuk ke bagasi pesawat.

Hingga saat ini tim kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut dan berkoordinasi dengan petugas bandara soal bagaimana kokain tersebut dapat lolos dari pemeriksaan. Penyelidikan pun diperluas dengan dugaan terlibatnya Emmanuel dalam jaringan penyelundup narkoba internasional.

Steve bukan satu-satunya yang tertangkap karena kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang sepanjang tahun ini. Beberapa artis lain, dan keluarga mereka, juga terjerat kasus yang sama. Bahkan mereka telah diputus bersalah oleh hakim pengadilan dan tengah menjalani hukuman.

Berikut beberapa kabar soal artis dan narkoba yang menjadi perhatian masyarakat sepanjang tahun ini.

Berkali ditangkap, tetap ceria

Artis Jeniffer Dunn (kedua kiri) dibawa petugas kepolisian untuk dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/1/2018).
Artis Jeniffer Dunn (kedua kiri) dibawa petugas kepolisian untuk dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/1/2018). | Hafidz Mubarak A. /Antara Foto

Jennifer Dunn (29) mengawali deretan penangkapan pesohor tahun ini. Ia sebenarnya ditangkap polisi pada 31 Desember 2017, tetapi Polda Metro Jaya baru mengumumkan penangkapan tersebut dalam konferensi pers pada 2 Januari 2018.

Penangkapan karena kepemilikan dan penggunaan narkoba tersebut bukan yang pertama dan sepertinya ibu beranak satu itu belum juga jera.

Pertama, Jennifer ditangkap karena memiliki ganja pada 2005. Lalu pada 2009, Jennifer lagi-lagi ditangkap karena kedapatan sedang menggelar pesta narkoba sekaligus pesta seks yang membuatnya diganjar hukuman penjara empat tahun.

Bahkan, pada penangkapan ketiga ini, ia dikabarkan tetap memperlihatkan ekspresi ceria dan kerap melontarkan candaan saat diinterogasi polisi.

Kasus terakhir ini membuat Jennifer Dunn dihukum 10 bulan penjara.

Anak-anak artis

Tersangka kasus narkoba aktor Fachri Albar (kiri) dihadirkan saat rilis kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).
Tersangka kasus narkoba aktor Fachri Albar (kiri) dihadirkan saat rilis kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Sederet nama anak artis juga menghiasi penangkapan pesohor pada 2018.

Pada 14 Februari 2018, Fachry Albar, putra rocker lawas Ahmad Albar ditangkap di kediamannya di Cirendeu, Tangerang Selatan.

Pria berusia 37 tahun itu kemudian terbukti memiliki satu paket sabu seberat 0,8 gram, 13 butir dumolid, satu butir camlet, dan satu puntung ganja bekas pakai. Suami dari model Renata Kusmanto itu juga dikabarkan memiliki ruangan khusus untuk menggunakan narkoba di rumahnya.

Fachry, pada 10 Juli 2018, divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk menjalani rehabilitasi selama 7 bulan, dikurangi masa tahanan.

Kemudian ada Dhawiya Zaida, anak dari pedangdut gaek Elvy Sukaesih yang tertangkap bersama dua kakaknya, Ali Zaenal Abidin dan Syechan; istri Syechan yakni Chauri Gita; serta kekasih Dhawiya yang bernama Muhammad.

Polisi menggerebek rumah Dhawiya di Cawang, Jakarta Timur, pada 16 Februari 2018 dan mendapati mereka tengah berpesta narkoba. Barang bukti yang ditemukan adalah narkotika jenis sabu seberat 0,45 gram dan 0,49 gram, serta alat hisapnya.

Pada 4 September, Dhawiya dan Muhammad divonis bersalah oleh PN Jakarta Timur dan dihukum penjara 1,5 tahun. Mereka tidak lantas dipenjara, melainkan diharuskan menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

Sementara Alu, Syechan, dan Chauri tidak dihukum, tetapi diminta menjalani rehabilitasi narkoba.

Si keturunan bangsawan

Artis Roro Fitria (dua kiri) bersama Tersangka WH (dua kanan) dihadirkan petugas jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya saat rilis kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Artis Roro Fitria (dua kiri) bersama Tersangka WH (dua kanan) dihadirkan petugas jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya saat rilis kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/2/2018). | Elora /Antara Foto

Pada hari yang sama dengan penangkapan Fachri Albar, polisi juga menahan Roro Fitria (28) di rumahnya yang terletak di Ragunan, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan yang lain, bukti penangkapan Roro bukanlah narkoba yang ada padanya saat itu, melainkan dari keterangan seorang bandar narkoba berinisial WH yang lebih dulu ditangkap polisi. Hasil tes narkoba pada dirinya pun negatif.

Barang bukti yang menjeratnya adalah bukti transfer kepada si bandar dan percakapan soal jual beli sabu.

Ditangkapnya Roro Fitria sempat membuat gempar, sebab pesohor tersebut kerap tampil dan mengaku sebagai keturunan bangsawan. Tak jarang dirinya tampil dengan busana adat Jawa lengkap dengan sanggul dan melakukan berbagai ritual kejawen.

Ia juga sering kali berpose bersama koleksi mobil mewahnya seperti Ferrari F430, Mercedes-Benz, Porsche Boxter, dan BMW.

Roro kemudian divonis 4 tahun penjara oleh hakim PN Jakarta Selatan pada 18 Oktober 2018.

Meregang nyawa dalam masa tahanan

Penangkapan pesohor Pretty Asmara memang dilakukan pada 16 Juli 2017 atas kepemilikan 2,03 gram, pil ekstasi 23 butir, pil happy five 38 butir, dan uang tunai Rp 25 juta.

Namun, hukuman padanya dijatuhkan PN Jakarta Pusat pada 8 Maret 2018. Komedian berusia 41 tahun itu divonis 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Saat baru menjalani hukuman selama 9 bulan, pada 4 November Pretty meninggal dunia di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, karena infeksi paru-paru dan hati yang dideritanya.

Ia lantas dimakamkan di Lumajang, Jawa Timur, tempat kelahirannya.

Selain nama-nama di atas, ada dua pesohor lain yang tersandung masalah serupa, yaitu aktor senior Tio Pakusadewo dan komedian Deron Eka, yang lebih dikenal dengan nama panggung Reza Bukan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR