LITERASI DIGITAL

Surabaya luncurkan perpustakaan daring terintegerasi

Ilustrasi perpustakaan daring
Ilustrasi perpustakaan daring | Rawpixel.com /Shutterstock

Model perpustakaan daring di Indonesia kian marak, baik yang dikelola oleh pemerintah, maupun non-pemerintah. Pemerintah Kota Surabaya tak ketinggalan, mereka baru saja meluncurkan Digital Integrated Library System (DILS) yang merupakan sistem layanan perpustakaan daring terintegrasi.

Jika biasanya perpustakaan daring hanya menyediakan e-book, tidak demikian dengan DILS. Tak hanya menyediakan beragam bacaan, DILS juga menekankan fungsinya sebagai sistem perpustakaan terintegerasi digital yang dimanfaatkan untuk mengelola data.

DILS dapat mendata koleksi buku, e-book, dan sumber referensi lain dari seluruh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di Surabaya.

Sistem ini pun memungkinkan masyarakat untuk dapat mengakses seluruh sumber referensi tersebut secara terbuka dan gratis.

Surabaya sendiri saat ini telah mengelola 461 TBM yang tersebar di berbagai kelurahan dan 2 perpustakaan daerah yang ada di Balai Pemuda dan Rungkut. Dinas Arsip dan Perpustakaan juga telah memiliki lebih dari 1 juta buku bacaan berbagai jenis yang tersebar di perpustakaan umum, perpustakaan daerah, dan TBM.

"Kami juga melakukan pendampingan 811 perpustakaan sekolah di SD, SMP, dan madrasah. Namun untuk mengelola banyaknya perpustakaan ini dibutuhkan sistem yang bisa memonitor dan mengawasi petugas dan kegiatannya agar efisien," jelas Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, seperti dilansir Bisnis, Selasa (19/2/2019).

Untuk menjalankan program ini, DILS memiliki dua konten, yakni eksternal atau sistem yang bisa diakses bebas oleh masyarakat. Sistem ini dapat diakses melalui library one search (LOS) yakni sistem portal pencarian daring satu pintu terkait dengan judul, tema, topik dan lain-lain sesuai kata kunci.

Pencarian ini berasal dari empat akses utama, yaitu buku koleksi perpustakaan/katalog, e-book, video referensi, hingga referensi ilmiah yang berada di perpustakaan milik perguruan tinggi.

"Melalui sistem yang terbuka untuk umum ini, bisa mencari katalog atau koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan TBM. Kami juga sudah menyediakan e-book untuk menfasilitasi masyarakat yang ingin membaca langsung melalui ponselnya. Selain itu kami juga sudah sediakan video referensi misalnya cara beternak dan memasak,” tuturnya lagi, seperti dilansir iNews, Selasa (19/2).

Kedua, ada konten internal melalui e-TBM yang hanya dapat diakses oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan sebagai media monitoring internal organisasi secara online.

E-TBM digunakan untuk mengawasi kinerja petugas di lapangan, pendataan aktivitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan perpustakaan, hingga pendataan pengunjung perpustakaan. Konten internal ini juga bisa digunakan untuk mendata buku yang sedang dimanfaatkan, misalnya sedang dibaca atau dipinjam.

Dinas Arsip dan Perpustakaan ini juga telah bekerja sama dengan empat perguruan tinggi di Kota Surabaya untuk mengembangkan referensi buku yang dibutuhkan masyarakat.

Empat perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), dan Petra.

Peluncuran DILS dilakukan sebagai salah satu upaya menyukseskan Surabaya sebagai Kota Literasi, yang telah dicanangkan sejak 2014. Selain itu, agar memudahkan pula bagi para pelajar dari jenjang SD hingga perguruan tinggi agar tak lagi kesulitan mencari artikel yang dibutuhkan.

Tak kalah dengan Surabaya, Purwakarta pun memiliki perpustakaan daring nasional. Kendati belum memiliki sistem terintegerasi seperti DILS, tapi Gedung Perpustakaan Digital Purwakarta memiliki fasilitas yang cukup memadai.

Perpustakaan digital nasional pertama di Jawa Barat itu memiliki 3.600 buku digital yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Mereka juga memiliki Perpustakaan Keliling yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca terutama di daerah pelosok Purwakarta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR