PEMERINTAH DAERAH

Susah amat sih cari wagub pengganti Sandi

Delapan bulan pos wagub DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno. Padahal kesepakatannya jelas, tinggal ambil orang dari PKS.
Delapan bulan pos wagub DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno. Padahal kesepakatannya jelas, tinggal ambil orang dari PKS. | Salni Setyadi /Beritagar.id

TUNGGU! | Ya, tunggulah sesudah Pemilu 2019 kelar. Saat itulah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan punya wakil lagi, pengganti Sandiaga Uno. Sandi mengundurkan diri Agustus tahun lalu karena dia menjadi calon wakil presiden.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Abdurahman Suhaimi bilang, menunggu selewat 17 April 2019. Hal itu sudah menjadi wacana bersama di DPRD sejak Februari lalu.

Bagi awam, soal ini membingungkan....

  • Sebenarnya tidak rumit, tinggal menyepakati siapa orangnya, asal dari PKS. Gerindra dan PKS sudah sepakat kursi wagub jatah PKS sebagai pengusung pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017.
  • Ada mekanisme administratif dan politis di DPRD: soal wagub harus melalui panitia khusus. Hingga April ini, dari sembilan fraksi baru tiga fraksi yang memasukkan nama anggota pansus (Nasdem, Hanura, dan PKS).
  • Dari 106 kursi DPRD DKI, ada tiga besar. Pertama, PDI Perjuangan (28 kursi, 26,4 persen). Kedua, Gerindra (15 kursi, 14,1 persen). Ketiga, PKS (11 kursi, 10,5 persen).
  • Lalu urutan berikutnya adalah tiga partai yang masing-masing punya sepuluh kursi: Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Hanura. Golkar cuma sembilan kursi.
  • Calon terkuat wagub saat ini adalah Ahmad Syaikhu (54), kader PKS, mantan wakil wali kota Bekasi, Jawa Barat. Bahkan sejak November tahun lalu dia yakin nian bakal jadi wagub. Sealin Ahmad ada kandidat Agung Yulianto, sekretaris DPW PKS DKI.
  • Salah satu ganjalan dalam urusan wagub adalah ketidaksejalanan PKS dan Gerindra, dua partai bersohib itu, dalam uji kelayakan cawagub. Bahkan Desember tahun lalu Ketua DPD DKI Gerindra M. Taufik bilang, "Jadi gini lho, secara politik kita udah kasih ke PKS. Tapi kemudian masuk dong dalam mekanisme di kita. Kok diminta nggak ada embel-embel? [...] Fit and proper aja. Kalau merasa kadernya bagus, kenapa mesti takut [...] ?"
  • Lalu kenapa harus menunggu seusai pemilu, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (PDIP) berkilah, semua partai masih sibuk berkampanye.
  • Maka hari ini (15/4/2015) Anies mengeluh, soal penantian untuk wagub itu "kelamaan".
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR