PROPERTI

Tahap I superblok Habibie-Pollux di Batam selesai dibangun

Apartemen yang menjadi bagian dari Meisterstadt Batam, Kepulauan Riau, tampak tengah dibangun.
Apartemen yang menjadi bagian dari Meisterstadt Batam, Kepulauan Riau, tampak tengah dibangun. | Andri C /Shutterstock

Pada Rabu (21/8/2019), PT Pollux Barelang Mega Superblock (Pollux Habibie International) melakukan menutup atap (topping off) pencakar langit keempat pada kompleks properti mereka di Batam, Kepulauan Riau. Dengan demikian, tahap I dari pembangunan superblok terintegrasi pada lahan seluas 9 hektare telah selesai.

Proyek besar yang bernilai total AS$1 miliar (Rp14,2 triliun) tersebut merupakan kerja sama antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk dengan keluarga besar Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Pengerjaannya telah dimulai sejak 2016 dan seluruh kompleks ditargetkan selesai pada 2024.

Menara keempat yang telah topping off tersebut merupakan bagian dari delapan menara hunian (apartemen) yang akan berdiri di superblok bernama Meisterstadt Batam itu.

Selain kompleks apartemen, pada mega superblok itu juga akan dibangun pusat keuangan, hotel, rumah sakit, mal, pertokoan, dan sebuah perkantoran yang terdiri dari 100 lantai.

Meisterstadt adalah kata dalam bahasa Jerman yang berarti kota yang luar biasa. Salah satu hal luar biasa yang ingin dicapai keluarga Habibie saat mengumumkan rencana itu pada 2016 adalah mengalahkan tinggi menara-menara di negara tetangga, Singapura.

"Jadi, mereka yang di Singapura bisa melihat Meisterstadt dari sana," kata Ilham Habibie, anak pertama BJ Habibie yang jadi Honorary Chairman Pollux Habibie Internasional, dalam Jakarta Post (28/8/2016).

Mega superblok ini adalah proyek properti pertama keluarga Habibie. Presiden ke-3 RI itu memang dekat dengat Batam. Ia pernah memimpin Otorita Batam selama 20 tahun (1978-1998).

“Batam selalu dekat dengan hati saya karena sejak awal kami membayangkannya untuk jadi jembatan antara Indonesia dan dunia," kata Habibie (30/4/2019).

Proyek tersebut, menurut sang mantan presiden, adalah upaya dia dan keluarganya untuk ikut mendorong Batam memasuki fase kedua pengembangannya, menjadi pusat investasi dan tujuan wisata berkelas internasional.

Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Po Sun Kok, menyatakan menara keempat yang diberi nama Erleseen Tower selesai lebih cepat sebulan dari jadwal.

"Harapannya nanti Batam bisa menjadi kota yang maju dan sempurna dari segala sisi dan Meisterstadt bisa menjadi wujud nyata berbagai proses perkembangan kota Batam,” sambung Po, dalam Bisnis.com (21/8).

Ia juga yakin keseluruhan proyek bakal selesai sesuai dengan jadwal, atau paling lambat dalam 6 tahun mendatang.

"Sebagai sebuah perusahaan pengembang properti, PT Pollux Properti Indonesia Tbk. berambisi menciptakan proyek kelas dunia. Kami amat yakin Meisterstadt akan memposisikan Pollux Properti sebagai salah satu pengembang paling inovatif di Indonesia dan kawasan," kata Po.

Dari garmen menuju properti

(ki-ka) Direktur PT Pollux Barelang Megasuperblok (PBM) Saraswati Soegondo, Direktur PBM Widya Leksmanawati Habibie, Komisaris PBM Budiharto Sulaiman, Presdir PT Pollux Properti Indonesia Tbk Po Sun Kok, dan jajaran direksi PT Pollux Properti Indonesia, secara simbolik melakukan Topping Off Erlesen Tower di The Habibie & Ainun Library, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
(ki-ka) Direktur PT Pollux Barelang Megasuperblok (PBM) Saraswati Soegondo, Direktur PBM Widya Leksmanawati Habibie, Komisaris PBM Budiharto Sulaiman, Presdir PT Pollux Properti Indonesia Tbk Po Sun Kok, dan jajaran direksi PT Pollux Properti Indonesia, secara simbolik melakukan Topping Off Erlesen Tower di The Habibie & Ainun Library, Jakarta, Rabu (21/8/2019). | Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Sebelum masuk bisnis properti, Po Sun Kok berbisnis garmen melalui Golden Flower Group sejak 1980. Pabriknya ada di Ungaran, Semarang. Usahanya berkembang dan Po kemudian masuk bisnis properti dengan mendirikan Pollux Properti Ltd di Singapura pada 1999.

Sukses membangun beberapa properti di Singapura, seperti Park Residences Kovan, Metro Loft, Pavilion Square, dan Golden Park Residences, Po masuk ke pasar properti Indonesia dengan PT Pollux Properti Indonesia (PPI) pada tahun 2006.

Properti pertama yang dibangun, mengutip CNBC Indonesia, adalah Paragon City di Semarang yang selesai pada 2008. Setelah itu mereka mendirikan apartemen W/R Simpang Lima.

Proyek PPI semakin banyak, termasuk perkantoran World Capital Tower I dan II di Jakarta, proyek mixed-use Chadstone di Cikarang, dan resor Amarsvati di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sejak 2016, anak lelaki Po, Nico Purnomo Po (37) menjabat sebagai direktur utama, sedangkan Po menjadi komisaris utama.

PPI masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli 2018. Dalam penawaran saham perdana (IPO), perusahaan dengan kode "POLL" ini melepas 1,2 miliar saham baru.

Pada IPO itu, dikabarkan Katadata (11/7/2018), harga saham POLL naik 49,59 persen dari penawaran senilai Rp615 menjadi Rp920. Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini sebesar Rp767,4 miliar.

Pada pekan lalu, Kamis (15/8), BEI memberi label unusual market activity (UMA) kepada POLL karena dinilai harga sahamnya naik secara tidak wajar. Selama sepekan, nilai saham POLL melesat 93,5 persen dari Rp2.000 ke Rp3.870 per saham.

BEI pun mengirimkan surat Permintaan Penjelasan Volatilitas kepada PPI pada Jumat (16/8). Surat tersebut dijawab PPI pada Rabu (21/8).

Dalam keterangan yang ditandatangani dua direktur PPI, Lie Iwan Aliwayana dan Dionisius Adi, mereka menjelaskan volatilitas terjadi semata-mata karena peningkatan kinerja keuangan POLL sampai dengan semester-I 2019.

Kinerja keuangan mereka memang mengalami kenaikan signifikan. Pendapatan Januari-Juni 2019 mencapai Rp403,51 miliar, naik dari Rp135,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba POLL juga naik dari Rp11,93 miliar pada semester I-2018 menjadi Rp35,85 miliar para periode sama tahun ini.

Harga saham POLL pada penutupan Rabu (21/8) tercatat Rp4.740 per lembar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR