PERTUMBUHAN EKONOMI

Tahun ini, Lebaran dengan inflasi terendah dalam sewindu

Bupati Blitar Rijanto dan Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha saat memantau lonjakan harga bahan pangan di Pasar Induk Wlingi, Blitar, Jawa Timur, Senin (28/5/2018).  Harga telur ayam bergejolak selama puasa dan Lebaran.
Bupati Blitar Rijanto dan Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha saat memantau lonjakan harga bahan pangan di Pasar Induk Wlingi, Blitar, Jawa Timur, Senin (28/5/2018). Harga telur ayam bergejolak selama puasa dan Lebaran. | Irfan Anshori /Antara Foto

Raut sumringah terpacak di wajah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Saat Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi awal bulan ini, angka yang dirilis ternyata paling bagus dibanding jelang Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Berdasar rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Mei tercatat berada di level 0,21 persen. Walau jika dibanding bulan dan tahun sebelumnya angka ini melonjak, tapi jika dibanding pada bulan puasa tahun-tahun sebelumnya, angka ini lebih kecil.

"Ini termasuk inflasi terendah pada bulan puasa dari tahun-tahun sebelumnya. Dampak nilai tukar terhadap inflasi juga tidak besar, ini membuktikan pendapat analis yang mengatakan nilai tukar melemah inflasi akan melambung itu tidak tepat," kata Perry, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

Inflasi Ramadan 2016 yang jatuh pada bulan Juli tercatat di level 0,69 persen. Sedangkan pada Ramadan 2017 yang jatuh pada bulan Juni, tingkat inflasinya sama dengan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, inflasi Mei terjaga karena salah satunya harga dan stok beras yang terkendali.

Inflasi merupakan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga. Hitungan perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yang dikenal dengan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Inflasi biasanya terjadi di tiga momentum: bulan puasa, Lebaran, atau tahun baru. Dalam 8 tahun alias sewindu, rekor inflasi tertinggi terjadi 5 tahun lalu. Saat itu inflasi mencapai angka 3,29 persen.

Saat itu, inflasi bahan makanan mencapai 5,46 persen. Sedangkan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 9,6 persen. Kenaikan inflasi tersebut karena bertepatan dengan kenaikan harga BBM yang diputuskan oleh pemerintah dan momen menjelang puasa.

BI bahkan menaikkan suku bunga acuan hingga 2 kali. Juni 2013, dinaikkan 25 basis poin dan sebulan berikutnya naik lagi 50 basis poin menjadi 6,5 persen.

Grafik data momentum inflasi pada 2010-2018.
Grafik data momentum inflasi pada 2010-2018. | Lokadata /Beritagar.id

Selama ini, inflasi di bulan puasa dan jelang Lebaran, kerap disumbang oleh bahan makanan serta transportasi dan komunikasi. Maklum, Indonesia yang didominasi kaum muslim, merayakan hari raya Idulfitri. Dua kelompok kebutuhan publik ini kerap bergejolak di bulan puasa dan Lebaran.

Berkaca pada gejolak musiman ini, Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Satgas yang dipimpin Polri ini diisi instansi terkait misalnya Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan lainnya.

Hasilnya selama puasa dan Lebaran itu Satgas menindak 212 kasus kejahatan pangan. Kasus sebanyak itu terbagi menjadi dua. Yakni 105 kasus terkait bahan kebutuhan pokok, sedangkan 107 lainnya adalah kasus bahan kebutuhan nonpokok.

Tak hanya itu, pada akhir tahun lalu, Kementerian Perdagangan menentukan batas harga tertinggi alias Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras. Tak hanya itu, sebelum puasa tahun ini bergulir, pemerintah mewajibkan pedagang eceran menjual 4 komoditas tak melebihi HET. Yakni daging beku, minyak goreng, gula pasir, dan beras.

Pemerintah mematok HET daging beku Rp80 ribu per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per kg. Sedangkan HET gula pasir Rp12.500 per kg.

Tapi rekomendasi pemerintah itu tak sepenuhnya melawan kehendak pasar. Harga masih tergantung tingkat permintaan dan suplai bahan pangan yang tersedia. Menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyatakan, tiga komoditas pangan masih berada di atas patokan HET. Yakni minyak goreng, gula, dan beras.

Komoditas yang tak dibatasi dengan HET, harganya bisa bergejolak. Telur ayam misalnya, harganya makin melonjak. Salah satunya, justru karena adanya program bantuan pangan.

Di Yogyakarta, Sejumlah pedagang mengaku pasokan telur sedikit berkurang karena mulai diberlakukannya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan pasokan yang makin berkurang, harganya terkerek naik.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Arofa Noor Indriani membantah kenaikan harga telur karena adanya program BPNT. Menurutnya, BKPP sudah menghitung secara cermat kebutuhan telur untuk BPNT tidak akan mengganggu pasokan telur di Yogyakarta.

Berdasar hitungan dari paguyuban peternak ayam petelur, produksi telur di DIY mencapai 3.000 ton tiap tahun. "Tingkat Konsumsi telur di DIY rata-rata hanya 7,7 kilogram tiap penduduk,"ujarnya seperti dikutip dari Kumparan.com.

Walau terjadi lonjakan harga, inflasi secara nasional selama bulan Mei ini masih cukup bagus, 0.21 persen.. Menurut pantauan BPS di 82 kota, tingkat inflasi tertinggi di Kota Tual, Maluku mencapai 1,88 persen. Sedangkan terendah di Purwokerto (Jawa Tengah) dan Tangerang (Banten) masing-masing sebesar 0,01 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh kebutuhan.

Paling besar adalah sandang (0,33 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar (0,31 persen), bahan makanan (0,21 persen), kesehatan (0,21 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar (0,19 persen), transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,18 persen), serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar (0,09 persen).

Sedangkan untuk bulan Juni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi masih relatif lebih rendah, walau ada Lebaran. Dia menaksir inflasi bergerak di kisaran 0,22 persen- 0,25 persen.

"Karena harga beras oke, daging oke, mungkin yang sedikit naik itu telur tapi tidak banyak," kata Darmin, Senin (11/6/2018) seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR