FINTECH

Tantang dominasi GoJek, Grab dikabarkan akuisisi DANA

Poster promosi diskon aplikasi pembayaran digital  di salah satu mal di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).
Poster promosi diskon aplikasi pembayaran digital di salah satu mal di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019). | Risky Andrianto /Antara Foto

Perusahaan ojek online Grab Holding, dikabarkan mengakuisisi pembayaran digital DANA. Mereka kabarnya akan menggabungkan DANA dengan OVO, layanan pembayaran yang juga terkait Grab.

Menurut sumber yang dikutip Nasdaq, Grab bakal membeli mayoritas saham DANA dari kepemilikan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Jika akuisisi dan penggabungan ini benar terjadi, maka entitas gabungan ini akan menjadi pemain besar dalam kompetisi dompet digital di Indonesia. "(Akusisi) Ini bagian dari persaingan Grab dan GoJek," kata sumber tersebut, Rabu (11/9/2019).

PR Manager DANA, Restituta Ajeng Arjanti tidak membantah dan mengiyakan kabar ini. Ajeng mengatakan, pihaknya masih enggan memberikan komentar terkait rumor pasar tersebut. "Maaf ya, kami nggak bisa mengomentari rumor pasar," singkat Ajeng kepada detikcom, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

DANA adalah merek dompet digital dari perusahaan PT Espay Debit Indonesia Koe. Perusahaan ini mengantongi izin penyelenggaraan uang elektronik dari Bank Indonesia pada 20 Juli 2016. EMTK menjadi pemilik mayoritas DANA. Laporan keuangan EMTEK pada Q1 2017 menjelaskan, pada 20 Januari 2017, lewat anak usahanya PT Elang Sejahtera Mandiri, EMTK menambah kepemilikan di PT Espay menjadi 90 persen. DANA lalu diluncurkan ke publik pada Maret 2018.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia terkait kabar ini. EMTK sendiri adalah perusahaan terbuka yang tercatat di bursa dengan kode EMTK.

DANA adalah satu dari 38 layanan pembayaran digital di Indonesia. Menurut dua riset, GoPay, layanan pembayaran digital milik GoJek, dinilai menjadi penguasa pasar pembayaran digital.

Lalu bagaimana dengan respons dari kompetitor DANA seperti GoPay dan LinkAja?

Head of Corporate Communications GoPay Winny Triswandhani menilai tak masalah dengan adanya kompetisi. “Mengenai kompetisi, menurut kami yang penting adalah bagaimana kita bisa bergandengan tangan untuk membantu seluruh masyarakat Indonesia. Kami akan selalu bekerja keras untuk memberikan alasan kuat bagi pengguna agar selalu memilih GoPay,” kata Winny, seperti dinkil dinukil dari Katadata.co.id.

Winny menjelaskan, fokus GoPay saat ini adalah terus menggandeng berbagai pihak, agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia dapat menikmati keuntungan dari pembayaran nontunai.

CEO LinkAja Danu Wicaksana menilai konsolidasi bisnis hal yang normal terjadi di semua industri. Ia pun menyambut baik kabar rencana penggabungan OVO dan Dana. “Kami berharap LinkAja dan pemain e-money yang lain dapat semakin cepat dan efisien dalam meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR