KEMISKINAN

Tekan kemiskinan, pemerintah andalkan dana desa dan subsidi

Seorang warga berada di rumah tidak layak huni, di Desa Titi Baro, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Senin (18/12).  Pemerintah menyiapkan dana desa sejak awal tahun untuk menekan kemiskinan.
Seorang warga berada di rumah tidak layak huni, di Desa Titi Baro, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Senin (18/12). Pemerintah menyiapkan dana desa sejak awal tahun untuk menekan kemiskinan. | Syifa Yulinnas /Antara Foto

Pemerintah menggantungkan program penurunan kemiskinan di Indonesia dengan dana desa dan subsidi.

Tahun ini, pemerintah dan DPR sepakat menekan angka kemiskinan di kisaran 9,5-10 persen. Menurut Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, pemerintah siap mengucurkan dana desa dan bantuan beras sejahtera (rastra) sejak awal tahun.

"Tentunya di 2018 ini masih banyak yang harus dikerjakan. Yang pasti, semua macam bantuan tepat sasaran terutama terkait rastra itu harus betul-betul tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah," ujar Bambang seperti dikutip dari Republika, Kamis (4/1/2017).

Selama ini, bantuan dan subsidi itu selama ini kurang tepat sasaran. Bambang menjelaskan, pada 2017 angka kemiskinan bisa diturunkan.

Pada Maret 2017, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada 10,64 persen atau sekitar 27,7 juta jiwa yang terjerat kemiskinan. Pada September 2017 angka itu turun menjadi 10,12 atau sekitar 26,58 juta orang.

Tapi, poverty rate atau tingkat kedalaman dan keparahannya juga buruk. Karena itu, yang harus dilakukan adalah bagaimana program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat benar-benar tepat sasaran.

"Kemarin rastra dan subsidi itu banyak yang tidak tepat sasaran dan tepat jumlah," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Ke depan, kata Bambang, cara-cara lama yang justru membuat bantuan pemerintah tidak tepat sasaran, tidak boleh terjadi lagi.

Selain itu, Pemerintah berjanji akan terus memperbaiki data dan menjaga akurasi penerima bantuan. Pemerintah juga berupaya memperbaiki mekanisme pemberian bantuan sehingga lebih tepat sasaran.

Misalnya, rastra secara bertahap akan menjadi Bantuan Pangan Nontunai dan disalurkan lewat perbankan. Bantuan gas 3 kilogram juga akan disalurkan dengan nontunai lewat Kartu Sejahtera.

Dana desa juga menjadi andalan pemerintah menggerus kemiskinan. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, insentif ini harus benar-benar digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Dana desa bisa dikelola untuk pembangunan dengan swakelola dan masyarakat bisa bekerja pada proyek pembangunan di desa yang nantinya akan dibayar upahnya secara harian. Pemerintah memungkinkan, 30 persen dari Dana Desa digunakan untuk membayar upah proyek pembangunan desa.

"Harapannya rakyat miskin ini mempunyai pendapatan," ujar Sri Mulyani, seperti dipetik dari Viva.co.id pertengahan Desember lalu.

Sri Mulyani mengatakan penyaluran dana desa untuk tahun 2018 berbeda dengan sebelumnya,

Desa yang tertinggal akan mendapatkan dana desa lebih besar dibandingkan desa yang lebih maju. Dana desa yang disalurkan nantinya mulai dari Rp800 juta hingga Rp3,5 miliar.

Selain itu, 20 persen Dana Desa, atau sekitar Rp12 triliun juga akan dicairkan Januari ini, agar bisa mulai beraktivitas sejak awal tahun.

Sisanya, akan dicairkan pada April dan Agustus kemudian. Sebelumnya, Dana Desa cair pada April dan Agustus saja.

Selama ini, daerah yang paling miskin masih didominasi dari wilayah Indonesia bagian timur.

Padahal Maluku dan Papua selama ini menerima bantuan dana dari pusat hingga Rp81,7 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan, dua wilayah itu tak hanya menerima Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), tapi juga diberi Dana Otonomi Khusus dan Dana Tambahan Infrastruktur.

Setahun kemarin, Papua dan Papua Barat menerima Rp59,5 triliun. Sedang Maluku dan Maluku Utara menerima Rp22,2 triliun.

Menurut Boediarso, kemiskinan di Papua dan Maluku karena penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah yang belum efektif.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR