Tentang Budi Gunawan dan Jumat Kliwon

Kontroversi Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri 2015
Kontroversi Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri 2015 | AR/Beritagar

Demi hukum, sangat mungkin Budi Gunawan, eks-ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004), jadi Kapolri. Itu kalau merujuk Pasal 11 ayat (3) UU Kepolisian : kalau dalam 20 hari DPR tak menanggapi pencalonan, kandidat yang disodorkan oleh presiden akan dianggap telah disetujui.

Kabar kanan-kiri-depan-belakang mengatakan DPR menyetujui Budi. Dari Koalisi Merah Putih pun ada sinyal bagus. Sekjen PAN Taufik Kurniawan kepada Detik menyetujui Budi. Wakil Ketua Komisi III Desmon J. Mahesa (Gerindra) kepada Tribun News menyatakan, "Saya kira kami akan menerima Budi Gunawan."

Akankah Budi menanggapi aneka isu miring? Tempo hari ini (12/1/2015) mengingatkan pernyataan mantan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi pada 2010, "Budi Gunawan membangun gedung Divisi Profesi dengan dana pribadi."

Adapun Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman kepada RMOL menyatakan bahwa akibat desakan waktu pihaknya hanya mampu menelusuri karier, jabatan, dan pendidikan Budi. Ringkasan cerita ada dalam ilustrasi.

Sebagai kembang cerita, tapi kebenarannya tak dijamin, lihatlah kata Ki-Demang tentang orang kelahiran Jumat Kliwon 11 Desember 1959 -- kebetulan itu hari kelahiran Budi. Energetik, pandai bergaul, simpatik, dermawan, pemaaf, tekun, dan... "sering mendapat perkara, suka membantah".

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR