KINERJA BUMN

Terbitkan surat utang di Jepang, PLN raup dana Rp3 triliun

Petugas PLN Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) Gandul melakukan inspeksi harian berupa thermovisi atau pengukuran suhu panas pada paralatan kelistrikan yang ada di UIP2B Gandul Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019).
Petugas PLN Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) Gandul melakukan inspeksi harian berupa thermovisi atau pengukuran suhu panas pada paralatan kelistrikan yang ada di UIP2B Gandul Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). | Muhammad Iqbal /Antara Foto

PT PLN (Persero) meraup pinjaman senilai 23,2 miliar yen atau setara Rp3 triliun setelah menerbitkan surat utang berdenominasi yen Jepang, Samurai Bond. Ini menjadi obligasi valuta asing (valas) ketiga yang diterbitkan oleh PLN, setelah perseroan menerbitkan dalam dolar Amerika Serikat (AS) dan Euro pada bulan Oktober 2018.

Samurai Bond ini diterbitkan di bursa saham Tokyo dalam tiga tranche yang terdiri masing-masing tenor tiga tahun, lima tahun, dan 10 tahun dengan kupon tetap. Obligasi ini mendapatkan peringkat "Baa2" oleh Moody's, "BBB" oleh Standard and Poor's, dan "BBB" oleh Japan Credit Rating.

Transaksi berhasil diwujudkan pada Kamis (12/92019), yaitu dengan tenor tiga tahun sebesar 3 miliar yen dan kupon 0,43 persen, lima tahun sebesar 18,5 milyar yen dengan kupon 0,87 persen dan tenor 10 tahun sebesar 1 miliar yen dengan kupon 1,05 persen.

Penerbitan Samurai Bonds ini merupakan yang pertama bagi PLN. Perseroan menunjuk empat bank sebagai join lead, yakni Mizuho Bank Ltd, Morgan Stanley, Nomura, dan SMBC Nikko. Proses penawaran resmi dilakukan sejak Jumat (6/9).

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, mengatakan penerbitan surat utang ini ditujukan untuk membiayai proyek 35 giga watt (GW) sesuai dengan penugasan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016.

"Hasil penerbitan Obligasi Samurai ini akan digunakan untuk mendanai sebagian kebutuhan investasi untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan sebagaimana amanat pemerintah," ujar Sarwono, dalam keterangan pers, dikutip Senin (15/9).

Sesuai rencana, PLN akan menyerap hasil penerbitan obligasi untuk kegiatan investasi pembangkit atau jaringan transmisi serta distribusi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sarwono menambahkan, dengan penerbitan Samurai Bond ini, selain mendapatkan dana segar untuk pembiayaan investasi, PLN juga berupaya mencari alternatif sumber dana investasi baru.

"Tentunya dengan tetap menjaga tingkat imbal hasil yang sangat kompetitif sehingga tetap mampu menjaga kestabilan Biaya Pokok Penyediaan Listrik yang terjangkau," ujarnya.

Sarwono mengatakan sebelum penawaran umum kepada investor di Jepang dilakukan, PLN telah terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan para potensial investor di Tokyo pada Juli 2019.

PLN dengan dibantu perbankan mulai melakukan soft sounding pemasaran selama dua hari, yaitu pada 4 dan 5 September 2019. Penawaran ini diklaim mendapat respon positif dari para investor.

Penawaran Samurai Bond ini bukan yang pertama bagi PLN tapi juga BUMN Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi para emiten Indonesia dan ASEAN lainnya untuk mengakses pasar obligasi Jepang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR