SOROTAN MEDIA

Tiada ancaman untuk para hakim konstitusi

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (tengah) memimpin sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/9/2018).
Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (tengah) memimpin sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/9/2018). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Kabar beredar bahwa para hakim konstitusi mendapat ancaman dari pihak tak dikenal dalam kaitan dengan agenda sidang perdana sengketa Pilpres 2019, Jumat (14/6/2019). Namun Mahkamah Konstitusi (MK) membantah ada ancaman tersebut.

Informasi soal ancaman itu beredar setelah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengeluarkan pernyataan bahwa para saksi dan ahli yang akan dihadirkan dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 perlu dilindungi.

Ringkasan

  • Ketua LPSK Hasto Atmojo mengatakan memang ada rumor bahwa 2 hakim konstitusi mendapat telepon bernada ancaman. LPSK kemudian berinisiatif berkoordinasi dengan MK untuk memastikan hal itu.
  • Hasto menyampaikan menurut kalangan internal MK, ancaman datang lewat aplikasi WhatsApp. LPSK belum tahu detailnya sehingga Sekjen LPSK menghubungi Sekjen MK untuk berkoordinasi.
  • Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri MK) Fajar Laksono Soeroso, Sabtu (15/6), mengatakan pihaknya sudah berbicara dengan LPSK. Fajar pun menyatakan tak ada ancaman apapun untuk para hakim konstitusi.
  • Fajar menegaskan bahwa LPSK tak pernah menyebut ada ancaman terhadap hakim konstitusi dalam siaran persnya, tapi hanya menyatakan beberapa hal termasuk subjek hukum yang menjadi perlindungan mereka.
  • Polri sebenarnya sudah memberi perlindungan terhadap hakim MK. Bahkan kediaman Wakil Ketua MK Profesor Aswanto di Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, pun saat ini sudah dijaga oleh 3 kelompok berisi masing-masing 4 petugas.
  • Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bakhtiar, Jumat (14/6), mengatakan perlindungan dari polisi itu adalah untuk menghindari hal yang tak diinginkan,

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 7 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 5 pemberitaan. selanjutnya republika.co.id dengan 2 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 11:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 10:00 WIB dengan total 10 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 1344 interaksi, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 177 interaksi. Selanjutnya republika.co.id dengan 145 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR