TRANSPORTASI MASSAL

Tiap penumpang MRT terima subsidi Rp23 ribu

Sejumlah warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit), Selasa (12/3/2019). Tiap penumpang MRT akan menerima subsidi sebesar Rp23 ribu.
Sejumlah warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit), Selasa (12/3/2019). Tiap penumpang MRT akan menerima subsidi sebesar Rp23 ribu. | Sigid Kurniawan/foc /Antara Foto

DPRD DKI Jakarta akhirnya memutuskan tarif tiket Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) dengan harga murah. Dengan tarif Rp8.500, tiap penumpang MRT menerima subsidi Rp23 ribu. Sedangkan penumpang LRT, menerima subsidi Rp36 ribu.

DPRD DKI Jakarta, Senin malam sepakat tarif MRT Jakarta dengan nilai rata-rata Rp8.500 dan LRT Jakarta sebesar Rp5.000.

“Saya, terima kasih, akhirnya kami putuskan harga tiket MRT senilai Rp8.500 dan LRT Rp5.000,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi usai Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) penetapan tarif di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (25/3/2019) seperti dinukil dari Tirto.id.

Menurut Prasetyo angka rata-rata untuk tarif MRT senilai Rp8.500 itu sesuai dengan hasil kajian dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). “Nanti tabel (tarif menurut hitungan jaraknya) dari eksekutif, dari halte ke halte, kan nanti berubah,” kata Prasetyo.

Tarif yang diputuskan ini lebih rendah dari usulan Pemerintah DKI Jakarta. Awalnya, mereka mengusulkan tarif rata-rata MRT sebesar Rp10 ribu. Untuk jarak paling dekat Rp4 ribu dan terjauh Rp14 ribu.

Sekretaris Daerah Saefullah menyatakan, dengan keputusan tarif rata-rata yang lebih rendah itu, maka Pemerintah DKI Jakarta harus mengubah daftar tarif per stasiun yang diusulkan sebelumnya.

"Masih mau laporan dulu (ke Gubernur DKI Jakarta). Tabel segera dibuat bersama (PT) MRT (Jakarta)," ujar Saefullah seusai rapat, seperti dinukil dari CNBC Indonesia.

MRT memiliki track sepanjang 15,7 kilometer. Ada 13 stasiun yang dilewati sejak dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan ke Bundara HI, Jakarta Pusat.

Saefullah sebelumnya menjelaskan, harga keekonomian per penumpang MRT mencapai Rp31.659 untuk perjalanan di rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dengan tarif Rp8.500, maka tiap penumpang menerima subsidi Rp23.159.

Dengan asumsi jumlah penumpang 65 ribu orang per hari, maka per harinya ada subsidi Rp1,5 miliar mengalir.

Sedangkan LRT, tarif keekonomiannya menurut perhitungan Direktur Utama PT LRT Alan Tandiono, adalah Rp41.654 per penumpang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta awalnya mengusulkan tarif LRT Jakarta Rp6 ribu. Dengan usulan ini, penumpang mendapat subsidi sebesar Rp35 ribu. Tapi jika tarifnya hanya Rp5 ribu, maka tiap penumpang menerima subsidi Rp36.654.

LRT menargetkan tiap hari bisa mengangkut 14.255 penumpang. Dengan target ini, maka tiap hari pemerintah menggelontorkan subsidi Rp522 juta.

Alan mengakui tarif LRT terbilang tinggi. Sebab, jarak LRT masih pendek. Rute Kelapa Gading-Velodrome panjangnya hanya 5,7 kilometer. Maka, target penumpang sedikit. dan diperlukan subsidi dari pemerintah agar tarif LRT bisa lebih terjangkau.

"Kalau track sudah panjang maka penumpang akan ditargetkan tinggi sehingga tarifnya murah," ujarnya, Senin (18/3/2019) seperti dinukil dari Jawapos.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR