KOTA PESISIR

Tidak melulu soal dagang, juga seni, hiburan dan rekreasi

Komposisi tenaga kerja berdasarkan lapangan usaha, 2018.
Komposisi tenaga kerja berdasarkan lapangan usaha, 2018. | Lokadata /Lokadata

JASA | Dari 48 kota pesisir di Indonesia, mayoritas penopang ekonomi unggulannya dari sektor perdagangan besar dan eceran. Setahun terakhir, profesi terbanyak di semua kota pesisir sebagai pedagang, jumlahnya mencapai 24,86 persen.

Sumber ekonomi kota-kota pesisir tidak melulu soal dagang. Juga terdapat kota pesisir yang ditopang sektor usaha lain. Sektor usaha pertanian dan kehutanan menopang Kota Gunungsitoli (32,96 persen), Kota Tidore Kepulauan (32,65 persen), dan Kota Singkawang (20,92 persen).

Sedangkan Kota Batam (30,20 persen), Pasuruan (23,85 persen), dan Pekalongan (38,31 persen) mengandalkan industri pengolahan. Selebihnya, ada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor di kota pesisir lain.

Meski 39 kota pesisir mayoritas ekonominya ditopang sektor perdagangan, profesi kedua terbanyak dari semua kota pesisir justru sektor jasa seni, hiburan, dan rekreasi. Jumlahnya mencapai 13,17 persen.

Profesi sektor seni, hiburan, dan rekreasi terbanyak di Kota Surabaya (15,87 persen), Kota Semarang (11,53 persen), Jakarta Utara (9,20 persen), Kota Denpasar (6,66 persen), dan Kota Makassar (6,25 persen). Kota pesisir yang menjadi pelabuhan utama, kecuali Denpasar.

Bila melihat aliran distribusi (berkas PDF, Halaman 21) dan bongkar muat barang dari Singapura ke Indonesia, beberapa pelabuhan utama menjadi hub ke seluruh wilayah Indonesia. Seperti Pelabuhan Belawan (Kota Medan), Tanjung Priok (Kota Jakarta), Tanjung Emas (Kota Semarang), Tanjung Perak (Kota Surabaya) dan Pelabuhan Makassar (Kota Makassar). Lumrah jika kota-kota pesisir itu terdapat profesi jasa seni, hiburan, dan rekreasi terbanyak setelah perdagangan.

Lapangan usaha dengan persentase tenaga kerja terbesar, 2018
Lapangan usaha dengan persentase tenaga kerja terbesar, 2018 | Lokadata /Lokadata

Secara jumlah, profesi seni, hiburan dan rekreasi mampu mengalahkan profesi sektor pengangkutan dan pergudangan (7,32 persen) yang memiliki kaitan dengan perdagangan. Profesi lain di bawah sektor jasa seni, hiburan, dan rekreasi adalah profesi dari sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum (8,65 persen).

Profesi penting lain di kota pesisir adalah bidang konstruksi, jumlahnya mencapai 7,04 persen. Baru kemudian profesi administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang jumlahnya hampir tujuh persen.

Namun, dari semua kota pesisir di Indonesia, kebutuhan air minum 35 kota ditopang dari air isi ulang. Sektor usaha atau profesi yang terkait dengan pengelolaan air bersih jumlahnya tidak sampai setengah persen. Sektor usaha gabungan pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang sampah, dan aktivitas remediasi jumlahnya hanya 0,44 persen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR